Indonesia Jadi Wakil Ketua Aliansi Anti Kemiskinan Global

Kamis, 28 Mei 2026 09:19 WIB

Penulis:Redaksi

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Ahmad Riza Patria berbicara dalam rapat Komite Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan (Global Partnership for Poverty Alleviation and Development/GPPAD) di Beijing, Rabu (27/6)
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Ahmad Riza Patria berbicara dalam rapat Komite Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan (Global Partnership for Poverty Alleviation and Development/GPPAD) di Beijing, Rabu (27/6) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

BEIJING (Floresku.com) – Indonesia resmi menjadi salah satu Wakil Ketua dalam Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan atau Global Partnership for Poverty Alleviation and Development (GPPAD) yang digagas pemerintah China.

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Ahmad Riza Patria menyampaikan posisi Indonesia tersebut saat menghadiri rapat pertama Komite GPPAD di Beijing, Rabu (27/5).

“Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk menyampaikan sudut pandang Indonesia mengenai pemberantasan kemiskinan. Kami juga memiliki keresahan yang sama untuk memperkuat pembangunan inklusif bersama China dan negara-negara lainnya,” kata Riza Patria.

Baca juga:

Dalam struktur kepengurusan forum itu, Indonesia menjadi wakil ketua bersama Pantai Gading, Brasil, Pakistan, Afrika Selatan, dan Uzbekistan. Sementara China bertindak sebagai ketua forum yang diwakili Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan China Zhang Lu.

Desa Jadi Fokus Pengentasan Kemiskinan

Riza menegaskan Indonesia meyakini pembangunan harus dimulai dari desa karena desa menjadi pusat produksi pangan, ekonomi lokal, dan sumber kehidupan jutaan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah Indonesia saat ini terus memperkuat pembangunan desa melalui peningkatan infrastruktur, layanan dasar, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat desa.

Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah disebut mendorong berbagai program strategis, termasuk pembentukan 83 ribu koperasi desa, pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih, program pemeriksaan kesehatan gratis, hingga makan bergizi gratis bagi sekitar 60 juta siswa.

“Melalui forum ini, Indonesia menyambut baik setiap kerja sama dan akan berkontribusi aktif dalam berbagai inisiatif yang dijalankan,” ujar Riza.

Indonesia Ingin Belajar dari China

Kepada ANTARA, Riza mengatakan Indonesia memiliki pengalaman dalam upaya pengentasan kemiskinan, namun tetap ingin belajar dari negara lain, terutama China yang dinilai berhasil menekan angka kemiskinan secara signifikan.

Menurut dia, pembelajaran tersebut tidak hanya terkait program, tetapi juga sistem administrasi dan implementasi kebijakan di lapangan.

Dalam sesi pleno, Wakil Perdana Menteri China Liu Guozhong mengajak seluruh negara memperkuat konsensus global untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dunia.

Ia menyebut sekitar 800 juta orang di dunia masih hidup di bawah garis kemiskinan internasional pada 2025, sehingga dibutuhkan kerja sama nyata antarnegara untuk memperkuat kapasitas pembangunan dan pengentasan kemiskinan global. (Leoni/Sumber: ANTARA). ***