Kadis Disarpus Sikka Tanam Jati Emas, Gaungkan Semangat Hari Bumi 2026

Rabu, 22 April 2026 13:31 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Redaksi

Kadis Disarpus Sikka menanam anakan Jati Emas
Kadis Disarpus Sikka menanam anakan Jati Emas (Humas Disarpus Sikka)

MAUMERE (Floresku.com )— Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan dengan menanam pohon jati emas di kawasan Pantai Nuba Nanga Bola Wolon, Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae, Rabu (22/4).

Kegiatan ini digagas oleh Komunitas Jaring Sejahtera dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas lingkungan, pegiat literasi, hingga warga setempat. 

Selain jati emas, peserta juga menanam pohon mangga sebagai bagian dari upaya penghijauan sekaligus penguatan ketahanan pangan lokal.

Very Awales menegaskan bahwa peringatan Hari Bumi tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus menjadi momentum membangun kesadaran kolektif.

Baca juga:

“Menanam pohon adalah investasi jangka panjang bagi kehidupan. Ini bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan generasi yang akan datang. Kita ingin kawasan ini menjadi ruang edukasi, konservasi, sekaligus destinasi wisata yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Disarpus Very Awales bersama tim berfoto setelah menanam anakan Jati Emas di Pantai Nuba Nanga Bola Wolon, Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae, Rabu (22/4).

Obor Harapan di Malam Hari

Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada penanaman pohon. Pada malam hari, panitia akan menggelar penyalaan 50 obor di kawasan objek wisata edukasi dan konservasi Pantai Nuba Nanga Bola Wolon. 

Aksi simbolik ini menjadi penanda komitmen bersama dalam menjaga bumi dari ancaman kerusakan lingkungan.

Ketua Asosiasi Desa Wisata Indonesia Sikka, Yance Moa, menyebut kegiatan ini memiliki makna filosofis yang mendalam.

“Penyalaan 50 obor dan api unggun melambangkan harapan dan komitmen bersama untuk terus menjaga dan merawat bumi. Cahaya obor menjadi simbol kesadaran, persatuan, dan semangat masyarakat dalam melestarikan alam,” jelasnya.

Dorong Desa Wisata Berbasis Konservasi

Yance menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Desa Tanaduen sebagai destinasi wisata berbasis edukasi dan konservasi lingkungan.

“Kami ingin menjadikan desa wisata bukan hanya tempat berkunjung, tetapi juga ruang belajar tentang pentingnya menjaga alam. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk masa depan desa dan lingkungan kita,” tambahnya.

Melalui aksi ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan di Kabupaten Sikka diharapkan semakin meningkat. Tidak hanya dalam bentuk wacana, tetapi juga melalui tindakan nyata demi keberlanjutan ekosistem dan masa depan generasi mendatang. (Silvia). ***