Indonesia
Sabtu, 20 Juni 2026 10:55 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

LABUAN BAJO (Floresku.com) – Keuskupan Labuan Bajo melaksanakan panen perdana buah melon hasil kolaborasi dengan Yayasan Mitra Organik dan Program Desa Sejahtera Astra di Merombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (19/6).
Panen perdana tersebut menjadi tonggak awal pengembangan pertanian organik modern dan berkelanjutan di wilayah Labuan Bajo sekaligus bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi umat berbasis pertanian hortikultura.
Kegiatan itu dihadiri Uskup Labuan Bajo, Maksimus Regus, Vikaris Jenderal Keuskupan Labuan Bajo Romo Richardus Manggu, Pr, Sekretaris Jenderal Keuskupan Labuan Bajo Romo Frans Nala, Pr, Ekonom Keuskupan Romo Martin Wiliam, Pr, Vikaris Episkopal sekaligus Ketua PSE Keuskupan Labuan Bajo Romo Yuvensius Rugi, Pr,.
Hadir pula Pastor Paroki Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Merombok Romo Antonius Sanur, Pr, perwakilan Dinas Pertanian Manggarai Barat, Yayasan Mitra Organik, Program Desa Sejahtera Astra.
Program budidaya melon premium tersebut dikembangkan melalui kerja sama kelompok tani dan Keuskupan Labuan Bajo dengan memanfaatkan teknologi pertanian modern, seperti greenhouse, sistem irigasi terkontrol, dan konsep smart farming.
Melalui pendekatan tersebut, buah melon yang dihasilkan memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar.
Vikaris Episkopal Keuskupan Labuan Bajo, Romo Yuvensius Rugi, Pr, mengatakan daerah tujuan wisata super prioritas seperti Labuan Bajo membutuhkan pasokan produk hortikultura berkualitas tinggi yang berkelanjutan.
Baca juga:
“Dengan produksi lokal, kita bisa menjaga ketersediaan, menekan harga, dan mengangkat ekonomi petani,” ujarnya.
Program ini memanfaatkan lahan seluas 1,5 hektare dengan tujuan meningkatkan produktivitas hortikultura lokal, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, serta membuka peluang ekspor komoditas pertanian dari Manggarai Barat.
Sementara itu, Ketua Yayasan Mitra Organik, John Tomiwa, menjelaskan bahwa para petani yang terlibat akan didampingi untuk memperoleh sertifikasi organik berstandar internasional, termasuk standar Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.
“Lima desa sedang dikembangkan sebagai kawasan percontohan ekspor hortikultura dari Labuan Bajo,” kata John.
Selain itu, empat unit greenhouse berbasis smart farming akan dibangun untuk mendukung peningkatan produksi dan kualitas hasil pertanian. Kawasan tersebut juga direncanakan menjadi destinasi wisata edukasi pertanian yang dapat dikunjungi wisatawan.
Dalam sambutannya, Romo Richardus Manggu menegaskan bahwa Gereja tidak hanya hadir dalam pelayanan iman, tetapi juga terpanggil untuk mendorong kesejahteraan umat melalui program-program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Menurutnya, kolaborasi antara Gereja, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun kemandirian ekonomi umat sehingga para petani mampu mengembangkan usaha pertaniannya secara mandiri di masa depan.
Keberhasilan panen perdana melon ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan berbagai komoditas hortikultura lainnya di Manggarai Barat. Selain memperkuat ketahanan pangan lokal, hasil pertanian tersebut juga berpotensi menopang kebutuhan sektor pariwisata yang terus berkembang di Labuan Bajo.
Panen perdana ini menjadi bukti bahwa sinergi antara Gereja, masyarakat, dan dunia usaha mampu menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan umat sekaligus membuka harapan baru bagi masa depan pertanian Manggarai Barat. (Vinsen Patno). ***