Tuhan
Sabtu, 28 Februari 2026 07:21 WIB
Penulis:redaksi

Oleh: Pater Gregor Nule SVD
Orang selalu cenderung memperhatikan dan mencintai orang-orang dekat, keluarga dan sahabat-kenalan. Ini hal yang biasa.
Tetapi, perikop Injil Mat 5:43-48 menampilkan tuntutan Yesus kepada para muridNya. Yesus minta agar para murid tidak hanya mencintai sesama dan orang-orang dekat.
Para pengikut Kristus hendaknya memperhatikan dan mencintai musuh-musuh atau orang-orang yang membenci atau memusuhi kita..
Yesus berkata, " Kasihlah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu",(Mat 5: 44)..
Yesus minta agar para muridNya mengasihi dan memperhatikan semua orang tanpa kecuali, termasuk orang-orang yang membenci dan memusuhi kita.
Para murid tidak boleh pilih-pilih dalam mengasihi. Para murid tidak boleh mengasihi hanya keluarga, sahabat atau orang-orang-dekat.
Karena itu, sebagai pengikut Yesus kita mesti meneladani Yesus dalam mengamalkan kasih. Yesus mengasihi semua orang termasuk musuh-musuh.
Seperti Yesus kita hendaknya mengasihi sahabat-sahabat, orang-orang berdosa, orang miskin, dan juga orang-orang yang berusaha mencelakakan kita.
Kita tidak boleh melihat orang tertentu sebagai orang dalam dan yang. lain sebagai orang luar atau musuh. Semua orang punya kedudukan yang sama. Kita mesti perhatikan dan mengasihi semua.
Kita mesti berusaha mengalahkan ego kita. Kita belajar menjadi orang yang memiliki mata dan hati positif.
Ketika kita melihat semua orang sama dan patut mendapat perhatian dan kasih maka kita pasti tidak pernah lihat orang tertentu sebagai musuh, kendatipun mungkin ada orang yang membenci dan berusaha memusuhi kita.
Kita mesti menjadi sahabat semua orang. Dan Tuhan pasti memberkati usaha kita untuk mengasihi, memperhatikan dan menjadi sahabat semua orang.
Kewapante, 28 Februari 2026. ***