Mgr. Maksi Ajak Umat Warsawe Menimba Air Hidup Prapaskah

Selasa, 10 Maret 2026 10:31 WIB

Penulis:redaksi

Editor:redaksi

stasi 2.jpeg
Uskup Maksi diterima di Stasi Warsawe, Paroki Wangkung Boleng, Manggarai Barat. (Vinsen Patno)

LABUAN BAJO (Floresku.com) – Umat Stasi St. Fransiskus Asisi Warsawe, Paroki Wangkung Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, bersukacita menyambut kunjungan perdana Uskup Labuan Bajo, Maksimus Regus, pada Minggu Prapaskah III, 8 Maret 2026.

Kunjungan pastoral ini menjadi momen istimewa bagi umat setempat. Rombongan uskup yang terdiri dari Vikaris Jenderal Richardus, Vikaris Episkopal Labuan Bajo Yuvens, Sekretaris Jenderal Frans Nala, serta Silvi bersama dua orang suster tiba di gapura penerimaan di depan kapel stasi sekitar pukul 08.00 WITA. Kedatangan mereka disambut dengan prosesi adat oleh umat setempat.

Mgr Maksi dan para imam berfoto bersama umat Stasi Warsawe usai Misa Kudus, Minggu (8/3). (Foto: Vinsen Patno)

Dalam perayaan Ekaristi, Uskup yang akrab disapa Mgr. Maksi itu mengajak umat memaknai masa Prapaskah sebagai ziarah iman untuk menjumpai Yesus sebagai sumber kehidupan.

Baca juga:

“Dalam perjalanan hidup ini kita sering mengalami dahaga dan membutuhkan kekuatan Tuhan. Injil hari ini menegaskan bahwa Yesus adalah sumber kekuatan dan jaminan keselamatan kita, karena Ia menyediakan air hidup yang tidak pernah habis untuk memuaskan aneka dahaga manusia,” ujar Mgr. Maksi dalam homilinya.

Mgr Maksi dan para imam berfoto bersama  pemuka umat, para susterr dan OMK  Stasi Warsawe usai Misa Kudus, Minggu (8/3). (Foto: Vinsen Patno)

Di akhir perayaan, Pastor Paroki Wangkung Boleng, Beben Koranso, menyampaikan terima kasih atas kunjungan sang gembala. Ia menegaskan bahwa kehadiran uskup meneguhkan semangat umat untuk berjalan bersama sesuai tema pastoral tahun ini, yakni Persekutuan Sinergis.

Dalam sesi dialog bersama umat, Ketua Dewan Stasi, Tarsi Hasil, memaparkan sejarah dan perkembangan umat di Warsawe. Ia juga menyampaikan harapan umat agar Stasi Warsawe dapat berkembang menjadi paroki mandiri.

“Warsawe kini menjadi pusat kecamatan, daerah tujuan wisata, dan perkembangan umat cukup signifikan. Karena itu kami berharap suatu saat bisa menjadi paroki,” ungkapnya mewakili umat dari Stasi Warsawe, Mbore, dan Ceko Nobo.

Mgr Maksi dan para imam berfoto bersama anggota  Koor Stasi Warsawe usai Misa Kudus, Minggu (8/3). (Foto: Vinsen Patno)

Menanggapi hal tersebut, Vikjen Keuskupan Labuan Bajo menjelaskan bahwa keuskupan sedang melakukan pemetaan wilayah pastoral dan penataan tenaga pelayanan. Ia juga mendorong umat memanfaatkan aset gereja, termasuk tanah-tanah yang ada, untuk kegiatan produktif sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian hidup menggereja.

Sementara itu, Mgr. Maksi menegaskan bahwa harapan umat untuk menjadi paroki merupakan tanda bahwa Gereja terus berkembang.

“Yang utama adalah kita mandiri secara spiritual. Soal yang lain akan berjalan dalam proses dan dibicarakan bersama dengan pastor paroki, kevikepan, dan keuskupan,” katanya. (Vinsen Patno). ***