Harapan
Minggu, 17 Mei 2026 14:36 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

NGANJUK (Floresku.com) – Kehadiran Museum Marsinah di Desa Wisata Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dinilai mampu memperkuat pengembangan desa wisata berbasis sejarah dan budaya. Museum tersebut diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengapresiasi peresmian museum yang didedikasikan untuk mengenang perjuangan Marsinah, aktivis buruh perempuan yang menjadi simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia.
“Kehadiran Museum Marsinah bukan hanya menjadi ruang pembelajaran sejarah, tetapi juga dapat memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya dan edukasi di Desa Wisata Nglundo,” ujar Ni Luh Puspa saat melakukan kunjungan ke desa tersebut.
Sebelum meninjau museum, Wamenpar terlebih dahulu mengunjungi rumah keluarga Marsinah yang menjadi tempat kelahiran dan masa tumbuh tokoh buruh perempuan kelahiran 10 April 1969 itu.
Baca juga:
Di rumah tersebut, ia melihat kamar tidur, ruang utama, hingga berbagai dokumentasi perjalanan hidup Marsinah yang dipajang dalam bingkai besar bersama sejumlah penghargaan.
Didampingi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo, Wamenpar kemudian melanjutkan peninjauan ke kompleks Museum Marsinah yang berada berdampingan dengan rumah keluarga.
Di dalam museum, sejumlah koleksi pribadi Marsinah dipamerkan kepada publik, mulai dari sepeda onthel yang pernah digunakannya, seragam pabrik, tas, dompet, ijazah sekolah, hingga berbagai catatan perjuangan yang dikemas secara informatif dan edukatif.
Menurut Ni Luh Puspa, museum tersebut dapat menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas sekaligus memberikan nilai edukasi bagi masyarakat dan wisatawan.
“Kehadiran museum ini akan menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberi nilai pembelajaran bagi masyarakat,” katanya.
Ketua Pokdarwis Desa Wisata Nglundo, Eko Fitri Puji Harto, berharap penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional dapat semakin meningkatkan daya tarik desa wisata tersebut sebagai destinasi wisata sejarah unggulan di Jawa Timur.
“Harapannya tentu, mari bersama-sama ikut meramaikan. Dengan diangkatnya Marsinah sebagai pahlawan buruh, kami dari Pokdarwis akan menyiapkan berbagai hal yang dapat membuat pengunjung merasa nyaman saat datang ke Desa Wisata Nglundo,” ujar Eko.
Sebagai desa wisata rintisan, pihaknya mengaku masih membutuhkan pendampingan dalam pengembangan paket wisata, peningkatan kualitas pelayanan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan.
“Kami sangat berharap dukungan dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat agar Desa Wisata Nglundo dapat berkembang dengan baik,” katanya.
Selain itu, Pokdarwis Desa Wisata Nglundo juga menjalin kolaborasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk mendukung promosi, pemasaran, dan distribusi produk desa. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan suvenir, produk kreatif, hingga paket wisata berbasis sejarah dan budaya lokal.
“Kami ingin pengunjung benar-benar merasa nyaman datang dan menikmati pengalaman wisata di Desa Wisata Nglundo,” tutup Eko.
Turut mendampingi Wamenpar dalam kunjungan tersebut, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kementerian Pariwisata, Dwi Marhen Yono.