Nyekar, Ekspresi Kebahagiaan pada Momen Idulfitri

Sabtu, 21 Maret 2026 12:00 WIB

Penulis:redaksi

Editor:redaksi

KELUARGA ANDI ABBAS.jpg
Keluarga Andi Abas, nyekar di makam almarhuman ibundanya di Bone, Sulawesi Selatan. (Yos N.)

BONE (Floresku.com) – Tradisi nyekar atau ziarah makam tetap menjadi bagian penting dalam perayaan Idulfitri di berbagai daerah di Indonesia. 

Usai melaksanakan salat Id, umat Islam biasanya mengunjungi makam keluarga sebagai bentuk penghormatan sekaligus mendoakan mereka yang telah berpulang.

Selain dilakukan saat hari raya, tradisi ini juga kerap dijalankan menjelang bulan Ramadan. Praktik turun-temurun ini menjadi ruang refleksi spiritual, mengingatkan kembali kenangan bersama orang-orang tercinta serta menyadarkan manusia akan hakikat kehidupan. Tradisi serupa juga dikenal dalam agama lain, meski dengan cara yang berbeda.

Di Bone, Sulawesi Selatan, suasana nyekar tampak di Tempat Pemakaman Umum Palakka yang berada tak jauh dari Kantor Bupati. Salah satunya dilakukan oleh keluarga Andi Abbas yang berziarah ke makam almarhumah Hj Norma Dg Niasseng.

Baca juga:

Andi Abbas dikenal sebagai tokoh asal Bone dengan latar belakang sebagai birokrat di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Ia pernah memimpin sejumlah Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) di berbagai daerah sebelum memasuki masa purna tugas pada pertengahan 2025. 

Kini, ia juga aktif dalam kegiatan usaha dan menjadi pendiri sejaligus penanggung jawab umum media online, porostimur.co.

Sementara itu, Teddy Indra Wijaya yang kini menjadi dewan pengarah porostimur.co, juga dikenal menjalankan tradisi serupa. Ia pernah menabur bunga dan memercikkan air di pusara ibundanya di Kebumen sebagai simbol doa dan penghormatan.

Menurut Syapriadi, nyekar bukan sekadar rutinitas, tetapi cara untuk mengenang perjalanan hidup sekaligus merenungkan nilai-nilai kemanusiaan.

Idulfitri, lanjutnya, tidak hanya dimaknai sebagai momentum saling memaafkan, tetapi juga sebagai waktu untuk mendoakan mereka yang telah tiada. Tradisi nyekar pun menjadi simbol bahwa kebahagiaan hari raya turut dihadirkan dalam doa bagi para leluhur. (Yos N). ***