Sabtu, 28 Februari 2026 07:34 WIB
Penulis:redaksi
Editor:redaksi

LABUAN BAJO (Floresku.com) - Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2025 Pemerintah Desa Rego bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Timbang Raung menggelar panen raya jagung di lahan seluas 4 hektare, Jumat (27/02).
Panen raya ini merupakan bagian dari realisasi Program Ketahanan Pangan Nasional yang didukung melalui alokasi Dana Desa 2025. Program tersebut bertujuan memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Rego, Kecamatan Macang Pacar ini dihadiri oleh Camat Macang Pacar, Kepala Desa Rego, BPD, serta perwakilan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya Camat Macang Pacar, Dortius Ugan mengatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat desa.
Baca juga:
"Pada hari ini, kita bisa menyaksikan secara bersama kegiatan panen raya jagung di Desa Rego. Ini adalah salah satu bentuk keberpihakan langsung dari pemerintah terhadap masyarakat," tuturnya.
Ia berharap jalin kerjasama pemerintah Desa dengan BUMDes tetap terjaga untuk menopang kemandirian ekonomi Desa.
"Besar harapan saya, BUMDes ke depannya harus tetap semangat dan selalu bersinergi, " ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Rego, Fransiskus Hariaman, menyampaikan apresiasi kepada pengurus BUMDes yang telah bekerja maksimal dalam menjalankan program tersebut.
"Kami tentunya sangat mengapresiasi pengurus BUMDes yang telah berupaya semaksimal mungkin sehingga program ketahanan pangan ini dapat dilaksanakan dengan baik" Imbuhnya.
Ia berharap panenan raya tersebut menjadi motifasi bagi para petani Desa Rego dalam meningkatkan hasil usaha tani, lebih khusus di bidang ketahanan pangan.
"Kami berharap hasil jagung ini dapat menjadi kontribusi positif pemerintah desa dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat Desa Rego,” ungkapnya.
Selain itu Ketua BUMDes Desa Rego, Antonius Susanto, juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan program tersebut.
Ia mengakui bahwa dalam pelaksanaannya terdapat berbagai kendala, namun hal itu menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan program ke depan.
"Kami menemukan beberapa tantangan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Namun, hal tersebut akan menjadi faktor penting dalam menentukan rencana program di tahun berikutnya agar lebih optimal,” jelasnya.
Bagi Toni sapaan akrab Antonius Susanto, Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi simbol sinergi antara pemerintah desa, aparat kewilayahan, dan masyarakat dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
"Semoga dengan panen raya ini, Desa Rego tidak hanya menunjukkan keberhasilan program pertanian, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam membangun desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing" tegasnya.
Ia pun berharap ke depannya, sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat demi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan warga. (Oktafianus Dalang)