Pengungsi Nangahale Siap Pulang, Tunggu Instruksi Pemerintah

Minggu, 23 Agustus 2026 13:26 WIB

Penulis:Redaksi

WhatsApp Image 2026-08-23 at 11.45.54.jpeg
Sebagian pengungsi gempa asal Desa Nangahale, Kabupaten Sikka (Istimewa)

MAUMERE (Floresku.com)  – Sejumlah warga terdampak gempa bumi yang mengungsi di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, mulai bersiap kembali ke rumah masing-masing.

Namun, rencana kepulangan tersebut masih menunggu instruksi pemerintah daerah dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan perkembangan gempa susulan.

Salah seorang warga Nangahale, Ririn (30), mengatakan dirinya bersama keluarga siap meninggalkan lokasi pengungsian apabila Pemerintah Kabupaten Sikka telah menyatakan kondisi aman untuk kembali.

“Kami siap kembali ke rumah kalau sudah ada instruksi dari pemerintah. Kalau Pemerintah Kabupaten Sikka sudah memutuskan bahwa kami bisa kembali, saya bersama keluarga siap pulang,” ujar Ririn.

Baca juga:

Menurutnya, aktivitas gempa susulan dalam beberapa waktu terakhir mulai berkurang. Kondisi itu membuat sebagian warga mulai merasa lebih tenang dan mempertimbangkan untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari di rumah.

 Warga Apresiasi Perhatian Pemerintah

Ririn juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap warga yang terdampak gempa, termasuk kunjungan Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena (Asti Laka Lena), bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, ke camp pengungsian Nangahale.

Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena (Asti Laka Lena), bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago bersama pengungsi asal Desa Nangahale.

Menurut Ririn, kehadiran pemerintah secara langsung di tengah warga memberikan semangat sekaligus rasa diperhatikan selama menjalani masa pengungsian.

“Kami merasa senang karena pemerintah peduli dan datang melihat langsung kondisi kami di pengungsian,” katanya.

 Pengungsian Direncanakan hingga 28 Agustus

Sementara itu, Kepala Desa Nangahale, Sahanudin, mengatakan masa pengungsian warga di lokasi tersebut direncanakan berlangsung hingga 28 Agustus 2026.

Setelah masa tersebut, warga diharapkan dapat kembali ke rumah masing-masing dengan tetap memperhatikan perkembangan situasi dan arahan pemerintah.

“Pengungsian ini direncanakan sampai tanggal 28 Agustus. Setelah itu warga akan kembali ke rumah masing-masing,” jelas Sahanudin.

Meski demikian, Sahanudin menyebutkan sejumlah warga saat ini sudah memilih untuk kembali dan tetap berada di rumah masing-masing.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian warga mulai merasa lingkungan tempat tinggal mereka memungkinkan untuk kembali beraktivitas. Kendati demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi gempa susulan masih harus diantisipasi.

Pemerintah desa bersama pemerintah kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Sikka terus memantau kondisi warga serta perkembangan situasi pascagempa.

Rencana kepulangan warga nantinya diharapkan dilakukan secara terkoordinasi dan berdasarkan hasil evaluasi kondisi lapangan. Keselamatan masyarakat tetap menjadi pertimbangan utama sebelum warga benar-benar dipulangkan.

Bagi warga Nangahale, kembali ke rumah bukan sekadar meninggalkan camp pengungsian. Kepulangan itu menjadi harapan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal setelah melewati masa sulit akibat bencana gempa bumi. (SP/Selvi). ***