Allah
Jumat, 18 September 2026 17:48 WIB
Penulis:Redaksi

Oleh Pater Gregor Nule, SVD
Selamat pagi saudara/iku dan selamat menjalani hari baru ini dengan sukacita, semangat dan penuh harapan.
Manusia itu rapuh. Ia tidak pernah bebas dari dosa dan salah. Manusia mudah buat janji dan pada saat yang sama, cepat sekali lupa serta ingkar janji. Pikiran dan hati manusia mudah terombang-ambing lalu jatuh.
Tetapi, ketika manusia sungguh sadar akan kejatuhan dan akibatnya, yakni jauh dari kebaikan dan kebenaran. Jauh dari Allah dan sesama. Maka terbukalah jalan untuk kembali kepada hidup yang baik dan benar.
Allah maharahim dan penuh belaskasihan. Allah selalu menanti, menerima kembali dan merangkul pendosa yang mau menyesal, bertobat atas kesalahan dan mau pulang kepadaNya.
Wanita pendosa menyesali hidup lama yang penuh dosa. Ia berdiri di belakang Yesus, menangis, membasahi kaki Yesus dengan air matanya dan menyekanya dengan. Lalu berulang kali ia menciumi kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi yang mahal harganya, (bdk Luk 7:38).
Inilah ungkapan penyesalan dan tobat yang lahir dari hati yang paling dalam. Pengalaman jatuh ke dalam dosa yang merusakkan dan merugikan martabatnya membuat wanita itu rela merendahkan diri sampai pada tingkat yang paling rendah.
Meski demikian, imbalan yang diterimanya sungguh luar biasa. Dosanya telah diampuni. Dia pergi dengan selamat karena imannya telah menyelamatkan nya, (bdk Luk 7:50).
Kita belajar dari wanita itu untuk selalu sadar akan dosa dan salah, mengakui semuanya dan bertobat. Kita tidak perlu malu mengakui diri bersalah. Inilah jalan tepat untuk berubah dan menjadi manusia baru.
Kita juga belajar untuk bersikap terbuka, penuh kasih dan belas kasihan seperti Yesus. Orang yang telah bersalah banyak kali enggan dan merasa berat untuk mengakuinya.
Maka kita jauhkan sikap cepat menghakimi dan menghukum. Kita memahami dan memberikan kesempatan bagi orang yang telah jatuh agar bangkit dan mulai baru lagi.
Kita lakukan semuanya karena kasih. Apa yang kita lakukan atas dasar kasih akan membuahkan buah-buah kasih pula.
Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 17 September 2026