Pesan Inspiratif:Menuntut Tanda, Bukti Tidak Beriman

Rabu, 25 Februari 2026 08:06 WIB

Penulis:redaksi

goris nule.jpg
Pater Gregor Nule SVD (Dokpri)

Oleh: Pater Gregor Nule, SVD

Yesus telah berkeliling sambil melakukan banyak tanda heran, mukjizat dan perbuatan luar biasa.  Yesus telah menyembuhkan orang-orang sakit, mengusir setan, dan membangkitkan orang yang telah mati.

Meskipun demikian, perikop Injil Luk 11: 29-32 melukiskan sikap ragu-ragu dan  tak beriman dari orang Yahudi yang telah mendengarkan pengajaran Yesus.

Mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias, utusan Allah yang mahakuasa.  Itulah sebabnya mereka menuntut tanda dari Yesus agar bisa percaya bahwa Yesus adalah Mesias.

Tanggapan Yesus sangat jelas dan tegas. Yesus berkata,"Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menuntut suatu. tanda. Tetapi mereka tidak akan diberi tanda, selain tanda nabi Yunus",(Luk 11:29).

Yesus kecewa terhadap ketertutupan dan kedegilan  hati  orang-orang di masaNya. Sebaliknya,  Yesus memuji sikap orang-orang  Niniwe terhadap pewartaan Yunus.

Orang-orang Niniwe mendengarkan pewartaan dan ajakan nabi Yunus. Mereka merendahkan diri dan segera bertobat sehingga Allah berbelas kasih terhadap mereka. Allah menarik kembali rencana murkaNya.

Yesus lebih dari Yunus. Yesus juga membandingkan diriNya dengan Salomo dan menegaskan bahwa Dia lebih daripada Salomo.

Tetapi,  keterbukaan hati  ratu dari Selatan telah memotivasinya sehingga bisa datang jauh-jauh dari negerinya untuk mendengarkan hikmat Salomo.

Orang-orang Niniwe dan ratu dari Selatan menjadi tanda bagi angkatan di masa Yesus untuk belajar beriman secara benar kepada Yesus Kristus.

Orang-orang Yahudi di masa Yesus seharusnya menerima dan percaya kepada Yesus tanpa menuntut tanda apa pun. Sebab Yesus adalah Mesias dan Tuhan.

Mereka mestinya merasa beruntung karena mengalami kehadiran Yesus dan mendengarkan pewartaanNya secara langsung.

Sebagai pengikut Yesus kita hendaknya  belajar untuk mengimani Yesus  tanpa menuntut bukti atau tanda tertentu.

Sebab sesungguhnya iman hendaknya menjadi dasar untuk mengharapkan tanda dan mukjizat mukjizat. Kita hendaknya terlebih dahulu percaya kepada Tuhan jika kita mengharapkan sesuatu dari Allah.

Ketika kita menuntut  tanda dari Tuhan sebagai bukti untuk percaya kepadaNya maka sesungguhnya kita bukanlah orang beriman sejati. 

Kita  hendaknya belajar beriman seperti orang-orang Niniwe dan ratu dar Selatan. Tuhan sungguh berkenan kepada hati orang yang selalu terbuka terhadap kehadiranNya dalam seluruh peristiwa hidup  setiap hari.

Semoga Tuhan memberkati kita selalu!

Kewapante, 25 Februari 2026