Peziarah Timor Mulai Menyeberang ke Larantuka untuk Semana Santa

Senin, 30 Maret 2026 09:18 WIB

Penulis:redaksi

rivaldi.jpg
Para peziarah dari Pulau Timor mulai menyeberang ke Larantuka untuk mengikuti prosesi Semana Santa (YouTube)

KUPANG (Floresku.com)– Arus peziarah dari Pulau Timor mulai bergerak menuju Larantuka, Flores Timur, untuk mengikuti rangkaian Semana Santa, tradisi iman yang telah mengakar kuat di kalangan umat Katolik menjelang perayaan Paskah.

Sejak Minggu (29/3), ratusan peziarah tampak memadati Pelabuhan Bolok di Kupang. Mereka bersiap menyeberang menggunakan kapal laut menuju Larantuka, yang dikenal sebagai pusat perayaan Semana Santa di Indonesia.

Perjalanan ini bukan sekadar mobilitas biasa, melainkan ziarah rohani yang sarat makna. Para peziarah datang dari berbagai wilayah di Pulau Timor, membawa harapan, doa, dan intensi pribadi untuk dipersembahkan dalam rangkaian ibadat Pekan Suci.

Semana Santa di Larantuka merupakan tradisi Katolik yang telah berlangsung ratusan tahun, dipengaruhi oleh warisan Portugis. Prosesi-prosesi khas seperti Jalan Salib, Tuan Ma, dan Tuan Ana menjadi daya tarik spiritual yang mendalam, tidak hanya bagi umat lokal tetapi juga peziarah dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

Baca juga:

Fransisco, salah satu peziarah mengungkapkan bahwa perjalanan panjang ini merupakan bagian dari pengorbanan iman. “Kami datang dengan niat doa. Setiap tahun, kalau bisa, kami selalu ikut Semana Santa di Larantuka,” ujarnya.

Pihak pelabuhan dan otoritas setempat terlihat bersiaga untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Pengaturan jadwal keberangkatan kapal dilakukan secara bertahap guna memastikan kelancaran arus penyeberangan.

Selain sebagai perayaan religius, Semana Santa juga menjadi momentum kebersamaan dan penguatan iman umat Katolik. Tradisi ini terus hidup dari generasi ke generasi, menjadi simbol devosi yang mendalam kepada Yesus Kristus, khususnya dalam mengenang sengsara dan wafat-Nya.

Dengan dimulainya arus penyeberangan ini, suasana menjelang Pekan Suci semakin terasa, menandai dimulainya perjalanan iman menuju Paskah yang penuh harapan. (Sil). ***