Provinsial SVD Ende: Sekolah Harus Berani Lawan Bullying dan Bentuk Karakter

Selasa, 14 Juli 2026 12:36 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Redaksi

svd.jpg
Pater Eman Embu, SVD memimpin Misa Pembukaan TA 2026/2027 dan Penerimaan Murid Baru Angkatan 73. (syuradikara.sch.id)

ENDE (Floresku.com) – Provinsial Serikat Sabda Allah (SVD) Ende, Pater Eman Embu, SVD, mengingatkan pentingnya pembentukan karakter, kejujuran, dan keberanian melawan perundungan (bullying) saat memimpin Misa Pembukaan Tahun Ajaran 2026/2027 sekaligus Penerimaan Murid Baru Angkatan ke-73 SMAK Syuradikara Ende, Senin (13/7).

Kepala SMAK Syuradikara, Br Kristianus Riberu SVD

Menurut Kepala SMAK Syuradikara, Br Kristianus Riberu SVD, jumlah murid baru angkara ke-73 sebanyak 432 orang.

Misa yang berlangsung di Kapela Santo Mikael Syuradikara itu diikuti seluruh civitas akademika sebagai penanda dimulainya tahun ajaran baru.

Dalam homilinya, Pater Eman menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan iman, moral, dan karakter peserta didik.

Ia mengajak seluruh warga sekolah memiliki keberanian membedakan yang baik dan yang buruk, sekaligus berani menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan.

"Anak-anak, terutama kita semua, membutuhkan keberanian untuk menolak perundungan dan kekerasan," tegas Pater Eman.

Mengacu pada perumpamaan Yesus tentang penabur, Pater Eman mengatakan benih yang ditaburkan adalah Sabda Allah yang harus diterima dan dipelihara dengan baik.

Menurutnya, sekolah merupakan tempat benih Sabda Allah bertumbuh melalui kebiasaan mendengarkan firman Tuhan, membaca Kitab Suci, serta belajar mengenali kehadiran Tuhan dalam sesama, para pendidik, dan alam ciptaan.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan tiga nilai utama yang perlu dihidupi seluruh warga sekolah.

Baca juga:

Pertama, keberanian untuk hidup jujur, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Menurutnya, berbagai persoalan, termasuk praktik korupsi, berawal dari hilangnya kejujuran.

"Banyak praktik korupsi hari ini terjadi karena orang tidak jujur," katanya.

Kedua, memiliki kepekaan moral dengan memahami mana yang benar dan mana yang salah. Pada bagian ini, ia kembali menegaskan pentingnya keberanian menolak bullying dan membela mereka yang lemah serta terpinggirkan.

"Sekolah adalah tempat pembentukan iman dan karakter. Karena itu dibutuhkan keberanian untuk membela orang-orang marginal," ujarnya.

Ketiga, menempatkan Tuhan sebagai prioritas utama dalam kehidupan. Menurut Pater Eman, kasih kepada orang tua dan sesama harus berakar pada kasih kepada Tuhan.

Ia mengajak para siswa merenungkan kembali apa yang menjadi pusat kehidupan dan tujuan yang sedang mereka perjuangkan.

Momen para murid baru mendengar Surat Cinta dari perwakilan salah satu orang tua, Selasa, 07/07/2026

Sementara itu, orang tua murid baru sekaligus alumnus SMAK Syuradikara Angkatan ke-43, Vincent Wanggo, mengaku percaya pada kualitas pendidikan almamaternya sehingga mendukung anaknya melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.

Menurut Vincent, keputusan bersekolah di SMAK Syuradikara berasal dari keinginan anaknya sendiri, bukan karena paksaan orang tua.

"Kami tidak ragu dengan almamater ini yang telah mendidik banyak generasi menjadi pribadi yang lebih baik," katanya.

Ia berharap seluruh murid baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan menjalani proses belajar selama tiga tahun ke depan dengan semangat, disiplin, dan tanggung jawab. (BS). ***