RENUNGAN KATOLIK, Jumat, 20 Agustus 2021: "Magister, quod est mandatum magnum in Lege?" Mat 22:36

Jumat, 20 Agustus 2021 09:35 WIB

Penulis:redaksi

renungan 20.JPG
Ilustrasi: Maitus 22:34-40 (bible.com)

Oleh Pater Kons Beo SVD

Jumat, 20 Agustus 2021
(Pekan Biasa XX - St Bernardus dr Clairvaux, St Bernardus dr Tolomei )

Bacaan I Rut 1.3-6.14b-16.22
Mazmur 146:5-6.7.8-9a.9bc-10
Injil Matius 22:34-40

"Magister, quod est mandatum magnum in Lege?"
Mat 22:36
(Guru, hukum manakah yang terbesar dalam hukum Taurat?)

SEPATUTNYA kita berhenti bicara tentang cinta. Sebab ia terlalu luas, jauh, tinggi dan dalam.

KITA bakal tak sanggup meraih cinta. Sekalipun dalam sebaris puisi paling dalam. Sarat makna.

CINTA bukanlah pula sekedar mabuk kepayang. Saat isi hati kita tengah diamuk rasa bergelora. Berkecamuk tak karuan di dada. Bukan!

CINTA bukanlah pula seputar dendang panah asmara. Yang meluncur tembus menikam jantung. Yang membuat kita mati suri. Akibat siang teringat-ingat, malam terbayang-bayang. Bukan!

CINTA KASIH itu adalah tentang 'hidup dan ada kita paling sederhana bersama sesama' dan tentang 'iman kita pada Sang CINTA SEJATI.' Tuhan sendiri.

CINTA KASIH adalah kisah kita menuju sesama. Penuh tulus, jujur, dan ceriah. Agar sesama dapat tersenyum dalam hidup. Ia tetap miliki harapan! Bahwa ia tak pernah ditinggalkan sendiri.

CINTA KASIH adalah  gairah penuh sukacita. Saat terdengar suara: 'Mari kita pergi ke rumah  Tuhan.'

KASIH pada Tuhan itu nyata saat kita termeterai kesadaran: Tuhan selalu ada di sini, di dalam jiwa ini. Saat kehadiranNya terbaca dalam setiap nafas dan denyut jantung di dada. Saat kita telah paham dan tiba pada keyakinan: Sungguh! ALLAH ADALAH KASIH (cf 1Yoh 4:8).

TETAPI kita mesti tinggalkan Cinta Kasih sebatas ilustrasi kata. Kita sendiri mesti bebaskan Cinta Kasih kepada Tuhan dan sesama andai ternyata ia cuma punya bentuk kata tanpa isi perbuatan!
Sebab apalah artinya Cinta Kasih tanpa kenyataan?

Verbo Dei Amorem Spiranti

Tuhan memberkati.
Amin