Saat Sidang 'Skripsi' di APTI, Paskal Singkap Rahasia Housekeeping Modern Taiwan

Selasa, 13 Oktober 2026 13:01 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Redaksi

sidang.jpeg
Paskal sedang mempresentasikan hasil studinya kepada dewan Penguji APTI (Jeane)

TANGERANG SELATAN (Floresku.com) — Pengalaman menimba ilmu di luar negeri kerap mendatangkan wawasan berharga yang tak ternilai harganya. Hal ini dirasakan betul oleh Paskalis Baylon Liwu Laju (Paskal), mahasiswa Akademi Perhotelan Tunas Indonesia (APTI) angkatan pertama.

Melalui Sidang Laporan Akhirnya,  Senin (12/10),  Paskal (23 tahun) membeberkan dinamika dan rahasia operasional industri perhotelan modern berdasarkan pengalaman magang (internship) selama tiga bulan di Aston Kemayoran City Hotel Jakarta dan satu tahun penuh di Hotel PIN Jiaoxi, Yilan, Taiwan (periode September 2025–September 2026).

Baca juga: https://floresku.com/read/setahun-di-taiwan-leon-dan-paskal-pulang-bawa-cerita-tentang-disiplin-dan-mimpi

Di hadapan dewan penguji, Paskal mengungkap gambaran nyata mengenai kontrasnya kultur kerja, penerapan Standard Operating Procedure (SOP), hingga lonjakan efisiensi operasional housekeeping berbasis teknologi lintas negara.

Transformasi Digital: Integrasi Sistem Secara Real-Time

Mahasiswa asal Malasera - Nangaroro, Nagekeo, Flores  itu  menyatakan, jurang pembeda paling kentara antara operasional hotel di Indonesia dan Taiwan terletak pada pemanfaatan teknologi digital. 

Di Hotel PIN Jiaoxi Taiwan, koordinasi manual sudah ditinggalkan. Sistem housekeeping sepenuhnya terintegrasi secara digital.

"Setiap petugas dibekali perangkat seluler khusus yang terhubung langsung dengan sistem Front Office. Dari situ, status kamar, estimasi waktu pembersihan, hingga permintaan khusus tamu dapat dipantau detik demi detik secara real-time," ujar Paskal.

Integrasi digital ini tak hanya memangkas birokrasi koordinasi antar-departemen, tetapi juga mendongkrak kepuasan tamu secara presisi dan efisien.

"Pengalaman ini membuktikan bahwa teori housekeeping di bangku kuliah harus diterapkan secara adaptif. Keterampilan teknis saja tidak cukup tanpa didukung ketelitian, kedisiplinan, komunikasi, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi," tegasnya.

Kedisiplinan Khas Taiwan dan Kepemimpinan Lapangan

Selama 12 bulan menempa diri di Negeri Formosa, Paskal merekam kultur kerja berdisiplin tinggi yang membentuk karakter profesionalnya. Mulai dari sistem tapping kehadiran yang ketat, larangan total memegang handphone pribadi saat jam kerja, hingga manajemen waktu yang presisi.

Namun, di balik aturan yang terbilang ketat tersebut, Paskal menemukan potret kepemimpinan yang humanis dan patut diteladani.

"Pola kepemimpinannya sangat partisipatif. Manajer dan supervisor di Hotel PIN Jiaoxi tidak segan menyingsingkan lengan baju untuk terjun langsung membantu staf membersihkan kamar ketika beban kerja sedang memuncak," kenangnya.

Baca juga: https://floresku.com/read/ospek-apti-ditutup-dengan-pengenalan-dan-tour-di-hotel-paragon

Selain itu, Paskal juga menyoroti komitmen tinggi hotel di Taiwan terhadap isu keberlanjutan lingkungan (sustainability). Pengelolaan sampah dilakukan secara ekstrem dan terstruktur, di mana limbah daur ulang dipisahkan ketat ke dalam beberapa kategori spesifik—seperti kaleng aluminium, botol kaca, hingga kemasan kertas.

Menjawab Tantangan di Negeri Orang

Proses adaptasi di lingkungan multikultural tentu tidak berjalan mulus begitu saja. Di awal masa magang, Paskal mengaku sempat kedodoran menghadapi aturan disiplin yang super ketat, kendala bahasa dalam memahami instruksi kerja, hingga tekanan target waktu.

Namun, tempaan dan tekanan di negeri orang itu justru menjadi kawah candradimuka yang menggembleng mentalitasnya. Paskal berhasil beradaptasi, belajar berkomunikasi lintas budaya dengan sabar, dan membentuk karakter kerja yang tangguh serta sistematis.

Kebaruan Riset: Pijakan Kurikulum Vokasi Masa Depan

Laporan akhir yang disusun Paskal menyumbang kebaruan ilmiah (novelty) yang bernilai tinggi bagi dunia pendidikan vokasi perhotelan di tanah air. 

Risetnya tidak sekadar menyajikan perbandingan profil hotel di atas kertas, melainkan menyodorkan data komparatif-empiris antara penerapan SOP housekeeping konvensional di Jakarta dan sistem berbasis digitalisasi di Taiwan.

Berbekal data observasi ilmiah selama satu tahun, penelitian Paskal berhasil membedah bagaimana standar housekeeping modern beradaptasi dengan efisiensi teknologi, prinsip keberlanjutan lingkungan, serta dampaknya terhadap kepuasan tamu.

Baca juga: https://floresku.com/read/apti-ipti-jalin-kerja-sama-magang-buka-peluang-kerja-dan-beasiswa-di-taiwan

Hasil kajian komparatif ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan berharga, khususnya bagi pengembangan kurikulum Akademi Perhotelan Tunas Indonesia (APTI) dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di panggung industri hospitaliti global.

Pesan Motivasi untuk Rekan Mahasiswa Angkatan I

Sebagai bagian dari pionir Lulusan Angkatan 1 APTI, Paskal turut menyampaikan imbauan kepada seluruh rekan sejawatnya untuk tetap fokus menyelesaikan Laporan Akhir sebagai bentuk komitmen profesionalisme akademik

“Rekan-rekan Angkatan 1, Laporan Akhir ini adalah puncak dari seluruh proses pembelajaran dan ketekunan kita selama berkuliah di APTI. Mari kita fokus selesaikan tugas akhir ini dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab sebagai pembuktian kualitas serta daya saing lulusan pertama Akademi Perhotelan Tunas Indonesia di mata industri,” ujarnya melalui Floresku.com, Selasa (13/10).

Informasi tentang APTI

Calon mahasiswa dan orang tua yang ingin mengenal APTI lebih jauh dapat memperoleh informasi mengenai program studi, pendaftaran, beasiswa, program magang, dan peluang karier melalui Akademi Perhotelan Tunas Indonesia (APTI).

Website: apti.ac.id
WhatsApp/Telp: +62 811-811-925
Email: info@apti.ac.id
Instagram: @official.apti

APTI memiliki tiga lokasi kampus, yakni Kampus 1 di Jl. Raya Jombang No. 18, Bintaro Sektor 9; Kampus 2 di Hotel Paragon Menteng, Jakarta Pusat; dan Kampus 3 di Hotel Paragon Seminyak, Bali. (map). ***