Satelit N5 Kantongi Izin JARTUPSAT dan VSAT

Selasa, 12 Mei 2026 09:07 WIB

Penulis:Redaksi

Direktur Utama PSN Grup, Adi Rahman Adiwoso bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi RI), Edwin Hidayat Abdullah
Direktur Utama PSN Grup, Adi Rahman Adiwoso bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi RI), Edwin Hidayat Abdullah (Tim Komunikasi eksternal PSN)

JAKARTA (Floresku.com) - PT Pasifik Satelit Nusantara melalui Satelit Nusantara Lima resmi memperoleh izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (JARTUPSAT) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital setelah lolos Uji Laik Operasi (ULO) di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23–24 April 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi langkah penting sebelum Satelit N5 mulai beroperasi secara komersial untuk melayani kebutuhan internet masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, terutama daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Dengan kapasitas mencapai 160 Gbps, satelit ini digadang menjadi salah satu penguat utama kapasitas satelit nasional.

Tim SNL dalam pelaksanaan ULO di stasiun bumi Satelit Nusantara Lima di Banjarmasin.
 

Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso, mengatakan kelulusan ULO menunjukkan kesiapan teknologi dan kepatuhan Satelit N5 terhadap standar regulasi nasional. Menurutnya, kehadiran satelit tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses internet dan mendukung transformasi digital nasional.

Baca juga:

Pelaksanaan ULO turut dipantau jajaran pimpinan Komdigi, termasuk Dirjen Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah. Ia menilai Satelit N5 menjadi aset strategis untuk mendukung target pemerintah meningkatkan rata-rata kecepatan internet nasional hingga 100 Mbps pada 2029.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi, Falatehan, memastikan seluruh pengujian dilakukan secara ketat sesuai regulasi. Hasilnya menunjukkan sistem satelit dinilai layak dan aman untuk dioperasikan secara komersial.

Satelit N5 sendiri merupakan satelit Very High Throughput Satellite (VHTS) terbesar di Asia dengan teknologi Boeing 702MP dan 101 spot beam Ka-band. Satelit ini memiliki jangkauan luas hingga kawasan ASEAN dan dirancang beroperasi lebih dari 15 tahun guna mendukung layanan internet cepat, sektor bisnis, hingga keamanan nasional di seluruh Indonesia. (SP-Leoni). ***