Warga Labuan Bajo Berdoa untuk Para Korban KM Putri Sakinah

Sabtu, 03 Januari 2026 13:01 WIB

Penulis:redaksi

Editor:redaksi

Warga Labuan Bajo menyalakan 1000 lilin, berdoa bagi korban KM Putri Sakinah, di Waterfront Labuan Bajo, Jumat (2/1) malam.
Warga Labuan Bajo menyalakan 1000 lilin, berdoa bagi korban KM Putri Sakinah, di Waterfront Labuan Bajo, Jumat (2/1) malam. (Vinsen Patno)

LABUAN BAJO (Floresku.com) - Warga Labuan Bajo kembali menyuarakan empati kemanusiaan kepada dunia. Tragedi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, Jumat malam, 26 Desember 2025, tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga mengguncang nurani komunitas pariwisata Manggarai Barat.

  • https://floresku.com/read/tni-polri-dan-pemda-mabar-doakan-korban-km-purtri-sakinah

Kapal tersebut mengangkut 11 orang. Tujuh orang berhasil selamat, termasuk kru dan pemandu wisata. Namun empat penumpang asal Spanyol dinyatakan hilang, yakni Fernando Martin Carreras, pelatih tim B putri Valencia CF, bersama tiga anaknya. 

Seorang wisatawan asing ikut bersama warga Labuan Bajo menyalakan 1000 lilin, berdoa bagi korban KM Putri Sakinah, di Waterfront Labuan Bajo, Jumat (2/1) malam.

Hingga 2 Januari 2026, Basarnas memperpanjang masa pencarian selama empat hari ke depan. Satu jenazah telah ditemukan, sementara tiga korban lainnya masih dalam pencarian intensif di perairan yang dikenal memiliki arus dan kedalaman ekstrem.

Di tengah duka dan penantian itu, Keuskupan Labuan Bajo melalui Komisi Kateketik menggelar doa Rosario bersama dan Aksi Seribu Lilin di kawasan Waterfront Labuan Bajo, Jumat (2/1/2026). Ratusan warga, pelaku pariwisata, rohaniwan, serta relawan SAR hadir dalam suasana hening dan penuh haru.

Seorang biarawati Katolik di antara warga Labuan Bajo menyalakan 1000 lilin, berdoa bagi korban KM Putri Sakinah, di Waterfront Labuan Bajo, Jumat (2/1) malam.

Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Labuan Bajo, Romo Hermen Sanusi, Pr, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan ungkapan dukungan moral dan spiritual bagi para korban, keluarga yang berduka, serta tim SAR yang masih bekerja tanpa lelah. “Gereja hadir untuk menguatkan, mendoakan, dan menyalakan harapan,” ujarnya.

Warga Labuan Bajo menyalakan 1000 lilin, berdoa bagi korban KM Putri Sakinah, di Waterfront Labuan Bajo, Jumat (2/1) malam.

Istri Fernando Martin Carreras tampak hadir mengikuti doa bersama. Ribuan lilin yang menyala di tepi laut menjadi simbol cahaya di tengah kegelapan—harapan agar para korban segera ditemukan dan keluarga diberi ketabahan.

Aksi ini juga mencerminkan solidaritas lintas bangsa. Kehadiran korban warga negara asing menegaskan bahwa duka ini bersifat universal. 

Warga Labuan Bajo menyalakan 1000 lilin, berdoa bagi korban KM Putri Sakinah, di Waterfront Labuan Bajo, Jumat (2/1) malam.

Selain itu, nyala lilin menjadi pengingat sunyi bagi semua pihak tentang pentingnya peningkatan standar keselamatan pelayaran, agar tragedi serupa tidak kembali terjadi di masa depan.

Dari Labuan Bajo, doa dan cahaya dikirimkan—menembus batas laut, negara, dan kemanusiaan. (Vinsen Patno). ***