Yesus Mengkritik Orang Farisi dan Ahli Taurat

Selasa, 10 Februari 2026 05:29 WIB

Penulis:redaksi

goris nule.jpg
Pater Gregor Nule SVD (Dokpri)
Pesan Inspiratif
 

Oleh: Pater Gregor Nule SVD

Orang-orang Farisi dan ahli Taurat sungguh bangga dengan status dan tugas mereka sebagai pemimpin agama Yahudi dan orang-orang yang tahu banyak tentang hukum dan perintah-perintah Taurat.

Mereka telah menyaksikan banyak hal yang dilakukan oleh para murid Yesus. Dan banyak tindakan mereka bertentangan dengan aturan hukum Taurat, padahal  Yesus, Guru mereka, sepertinya membiarkan saja.

Perikop Injil Mrk 7: 1-13  melukiskan tentang orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang  datang untuk menjumpai Yesus.

Mereka mempersoalkan tindakan sejumlah murid Yesus yang makan tanpa mencuci tangan.

Mereka bertanya kepada Yesus, "Mengapa murid-muridMu tidak mematuhi adat istiadat nenek moyang kita? Mengapa mereka makan dengan tangan najis?", (Mrk 7:5).

Yesus menanggapi pertanyaan mereka dengan kritikan yang sulit diterima dan membuat hati mereka sakit.

Yesus mengkritik ibadah mereka dengan mengutip nabi Yesaya bahwa mereka hanya beribadah kepada Allah dengan bibirnya, sedangkan hati mereka jauh dari Allah.  

Yesus mengingatkan mereka bahwa yang mereka utamakan adalah adat dan perintah manusia, sebaliknya menjauhkan Allah dan perintah-perintahNya dari ajaran dan  hidup mereka.

Itulah sebabnya Yesus menyebut mereka sebagai orang-orang munafik yang tidak pantas dipercaya dan diikuti apalagi meneladani sikap dan perilaku mereka.

Sebagai pengikut Yesus kita hendaknya mengikut ajaran dan teladan Yesus. Yesus minta kita agar beribadah kepada Allah dengan tulus. Apa yang kita ungkapkan dengan kata-kata mesti sejalan dengan hati kita.

Tindakan kita mesti sejalan dengan kata-kata yang kita ucapkan atau apa yang kita ajarkan. Orang akan percaya kepada kita apabila kita katakan atau ajarkan apa yang kita lakukan, dan kita lakukan apa yang kita katakan.

Kita mesti tulus dalam hidup dan karya. Kita jauhkan kemunafikan dari hidup dan karya. Kita mesti tulus dan jujur.

Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!

Kewapante, 10 Februari 2026