13 Kapal Dikerahkan Cari Korban KM Putri Sakinah

Jumat, 02 Januari 2026 06:47 WIB

Penulis:redaksi

Editor:redaksi

basarnas.jpg
Seorang petugas Basarnas sedang memanatau perairan Labuan Bajo, mencari korban KM Putri Sakinah yang masih hilang, Kamis(1/1). (Basarnas)

LABUAN BAJO (Floresku.com) - Langit dan laut Labuan Bajo kembali menjadi saksi upaya tanpa lelah tim penyelamat yang memasuki hari ketujuh pencarian tiga warga negara Spanyol, korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah

Sejak pagi hingga sore Kamis (1/1), deru mesin kapal SAR terus membelah perairan, menandai harapan yang belum padam.

Sebanyak 13 kapal dari berbagai unsur dikerahkan menyisir area laut yang diperluas. Operasi ini tidak hanya mengandalkan pengamatan visual, tetapi juga teknologi pendeteksi bawah air seperti sonar dan hidronav. Peralatan tersebut digunakan untuk menelusuri kemungkinan lokasi korban di dasar perairan yang memiliki karakter arus dan kedalaman yang kompleks.

Meski pencarian hari ketujuh belum memberikan titik terang, tim gabungan tidak mengendurkan upaya. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menentukan strategi terbaik pada hari berikutnya. Kondisi cuaca, arah arus, serta kemungkinan pergeseran lokasi korban menjadi bahan pertimbangan utama dalam menyusun rencana lanjutan.

Baca juga:

Basarnas memastikan operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga 4 Januari 2026. Keputusan ini diambil sesuai prosedur hukum nasional sekaligus sebagai respons atas permintaan resmi Pemerintah Spanyol yang berharap pencarian dilakukan secara maksimal. Komitmen tersebut menjadi penegasan bahwa setiap korban, tanpa memandang kewarganegaraan, mendapat perhatian dan tanggung jawab yang sama.

Di tengah kerja teknis yang melelahkan, operasi ini juga sarat dengan dimensi kemanusiaan. Para personel SAR bekerja di bawah tekanan fisik dan emosional, membawa harapan keluarga korban yang menanti kepastian. Optimisme tetap dijaga, meski laut belum bersahabat.

Tragedi KM Putri Sakinah menjadi pengingat bahwa di balik pesona wisata Labuan Bajo, keselamatan dan kesiapsiagaan tetap menjadi hal utama—baik bagi wisatawan maupun mereka yang bertugas menjaga nyawa di perairan Nusantara. (Tari). ***