Bank Saqu Soroti Perempuan Kreatif dan Literasi Finansial

Minggu, 26 April 2026 09:23 WIB

Penulis:Redaksi

Bank Saqu yang turut ambil bagian dalam forum diskusi bertajuk “Built by Her: Turning Passion Into Power in The Creative Industry” bersama IdeaFriends.
Bank Saqu yang turut ambil bagian dalam forum diskusi bertajuk “Built by Her: Turning Passion Into Power in The Creative Industry” bersama IdeaFriends. (communication@banksaqu.co.id)

JAKARTA (Floresku.com) – Perempuan Indonesia semakin menunjukkan peran strategis di industri kreatif, tidak hanya sebagai pelaku seni dan budaya, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi. 

Fenomena ini mendapat perhatian serius dari Bank Saqu yang turut ambil bagian dalam forum diskusi bertajuk “Built by Her: Turning Passion Into Power in The Creative Industry” bersama IdeaFriends.

Kegiatan yang digelar dalam momentum Hari Kartini ini menghadirkan sejumlah pelaku usaha kreatif perempuan, di antaranya Liya Tsabitah, ilustrator sekaligus pemilik CabeArt, serta Sylvia, Co-Founder KopiSoe dan Rantau Rasa. 

Diskusi ini menyoroti pentingnya menggabungkan kreativitas dengan pengelolaan keuangan yang matang.

Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan sekitar 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan, sebagian besar bergerak di sektor kreatif. 

Baca juga:

Seiring berkembangnya teknologi digital, peluang bagi perempuan untuk memperluas pasar semakin terbuka.

Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu, Willy Apriando menegaskan bahwa kreativitas perlu diimbangi dengan literasi keuangan. 

Menurutnya, pemahaman tentang arus kas, biaya, dan pengambilan keputusan finansial menjadi fondasi utama agar usaha dapat bertahan dan berkembang.

Bank Saqu juga mencatat sekitar 40 persen nasabahnya merupakan solopreneur. Hal ini mendorong hadirnya berbagai program edukasi seperti Solopreneur Academy, yang membantu pelaku usaha membangun bisnis secara lebih terarah.

Liya Tsabitah mengakui bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh ide kreatif, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan secara disiplin. Senada dengan itu, Sylvia menekankan bahwa tanpa keuangan yang sehat, bisnis sulit berkembang dalam jangka panjang.

Ke depan, Bank Saqu berkomitmen menghadirkan solusi perbankan yang mendukung perjalanan perempuan, mulai dari merintis hingga mengembangkan usaha. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat industri kreatif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.  (SP/Sandra)***