Perubahan Iklim
Rabu, 18 Februari 2026 09:59 WIB
Penulis:redaksi

JAKARTA (Floresku.com) - Badan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode Rabu hingga Kamis, 18–19 Februari 2026.
Dalam rilis resminya, BMKG menyebutkan potensi hujan lebat disertai angin kencang diperkirakan melanda banyak wilayah Indonesia, baik di kawasan barat, tengah, hingga timur.
BMKG menjelaskan, kondisi ini dipicu oleh perubahan cepat dinamika atmosfer. Salah satu faktor utamanya adalah penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan lebih intens ke wilayah Indonesia.
Aliran ini mendorong pertumbuhan awan hujan secara masif, khususnya di wilayah selatan dan barat Nusantara.
Selain itu, terpantau pula anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) bernilai negatif di sejumlah daerah. Nilai ini mengindikasikan meluasnya tutupan awan tebal yang berkorelasi dengan meningkatnya aktivitas konvektif atau pembentukan awan hujan.
Fenomena atmosfer lain seperti Gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin juga turut memperkuat proses pembentukan hujan dalam skala luas.
Baca juga:
Untuk Rabu, 18 Februari, hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di wilayah seperti Aceh, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, sebagian besar Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat dan Timur, serta Sulawesi Utara. Sementara hujan sedang hingga lebat berpotensi melanda hampir seluruh Sumatera, Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Sedangkan pada Kamis, 19 Februari, potensi hujan lebat masih bertahan di Bangka Belitung, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Jawa Timur, NTT, serta Papua Pegunungan.
Angin kencang juga diprediksi terjadi terutama di wilayah Banten dan Nusa Tenggara Timur pada kedua hari tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, pohon tumbang, dan gangguan transportasi laut maupun udara.
Warga diminta rutin memantau informasi resmi BMKG dan menghindari aktivitas berisiko saat cuaca ekstrem berlangsung. (Sandra). ***