Di Balik Kursi Roda, Ada Harapan: Kisah Odilia dan Paulus di Sikka

Rabu, 29 April 2026 20:28 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Redaksi

odilia.jpeg
Odilia dengan kursi rodanya yang baru. (Silvia)

MAUMERE (Floresku.com) – Senyum haru tak mampu disembunyikan Odilia saat duduk di kursi roda barunya di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Rabu (29/4). 

Bantuan asistensi rehabilitasi sosial dari Kementerian Sosial itu bukan sekadar alat bantu, tetapi pintu kecil menuju kemandirian yang selama ini ia rindukan.

“Saya bersyukur sekali bisa duduk di kursi roda ini. Terima kasih untuk semua pihak yang sudah peduli,” ujarnya lirih, namun penuh makna.

Kisah serupa datang dari Paulus Pajung. Dengan kursi roda yang kini dimilikinya, ia merasa hidupnya mulai berubah.

“Paling tidak, saya bisa lebih mandiri di rumah dan tidak terlalu bergantung pada keluarga,” tuturnya.

Baca juga:

Di balik bantuan yang diserahkan hari itu, tersimpan realitas yang lebih luas: masih banyak penyandang disabilitas di Kabupaten Sikka yang belum tersentuh layanan serupa. 

Odilia dan Paulus pun menyuarakan harapan yang sama—agar perhatian terhadap kelompok disabilitas semakin ditingkatkan.

 Komisioner Disabilitas, Kikin Tarigan  (Foto: Dokpri)

Momentum penyerahan bantuan ini turut dihadiri oleh Komisioner Disabilitas, Kikin Tarigan yang menyoroti sejumlah pekerjaan rumah yang perlu segera dituntaskan di daerah.

Menurutnya, Kabupaten Sikka membutuhkan regulasi yang kuat untuk melindungi dan memberdayakan penyandang disabilitas, terutama melalui pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Disabilitas.

“Yang perlu disegerakan adalah Perda Disabilitas, pendataan yang akurat, serta rumah singgah (SR) yang dapat menerima warga disabilitas,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ke depan akan hadir kebijakan pemerintah terkait konsesi atau bantuan bagi penyandang disabilitas. 

Bantuan tersebut tidak hanya berupa kursi roda, tetapi juga mencakup bantuan sosial, perlindungan sosial, serta berbagai bentuk dukungan lainnya.

Selain regulasi, pembentukan Forum Disabilitas Sikka yang diakui pemerintah daerah juga dinilai penting sebagai wadah perjuangan dan aspirasi.

Di tengah keterbatasan, kisah Odilia dan Paulus menjadi pengingat bahwa perhatian kecil dapat membawa perubahan besar. Sebuah kursi roda mungkin tampak sederhana, namun bagi mereka, itu adalah simbol harapan—untuk hidup yang lebih bermartabat dan mandiri.