Mahasiswa Fakultas Hukum Unwira Kupang Gelar Webinar, Erens Holivil: Jangan Jadi Mahasiswa P3K

Jumat, 17 Juni 2022 21:57 WIB

Penulis:redaksi

mahas.jpg
Webinar mahasiswa Fakultas Hukum Uniwira, Kupang (Istimewa)

KUPANG (Floresku.com)-Pada Kamis, 16 Juni 2022, Kelompok Studi Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menyelenggarakan webinar via zoom bertema, 'Organisasi Mahasiswa dan Urgensi Kepemimpinan.'

Dosen LSPR Jakarta, Ernestus Holivil, sebagai pemantik dalam webinar menjelaskan, “pada era reformasi sekarang ini, kita mengalami apa yang disebut sebagai krisis kepemimpinan atau crisis of leadership. Krisis kepemimpinan ini menyebabkan timbulnya rasa distrust masyarakat terhadap pemimpin di negara ini. Menguatkan krisis ini, mau tidak mau organisasi harus menjadi tempat dan proses yang baik bagi mahasiswa untuk belajar menjadi seorang pemimpin yang baik," jelasnya.

Dosen LSPR Jakarta, Ernestus Holivil (Sumber: Dokpri)

Ia juga meminta kepada mahasiswa untuk tidak boleh menjadi pribadi yang monoton, di mana hanya mengenal satu dunia. Bergabung di organisasi sangat penting supaya hidup bisa fleksibel dan mengenal banyak dunia. Tidak boleh menjadi mahasiswa P3K (Pergerakan Kampus, Kos, dan Kamar Tidur), karena bisa menyebabkan mahasiswa tidak berkembang, apalagi maju.

Dengan beorganisasi menurut dia, mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis (critical thinking), berpikir diluar dari kebiasaan (out of the box), memiliki banyak jaringan (high level linking), dan mengamalkan nilai-nilai agama.

Yohanes Arman, sebagai dosen pengajar Fakultas Hukum di Unwira menanggapi secara positif terselenggaranya webinar tersebut. 

Menurutnya, edukasi tentang organisasi ini sangat penting untuk membantu mahasiswa mengembangkan diri secara maksimal. Tidak hanya hard skill yang dikuasi, tetapi juga soft skill juga harus bisa teruji.

“Bergabunglah dalam organisasi. Banyak nilai tambah yang akan anda pelajari di sana. Zaman sekarang, tidak hanya kemampuan akademik yang diandalkan, tetapi juga soft skill anda harus bisa teruji. Salah satunya, bagaimana kemampuan anda dalam bernegosiasi dan berdiplomasi,” tegasnya.

Selain itu, Senus Nega, sebagai Frater TOP di Unwira mengatakan dengan berorganisasi, mahasiswa akan dilatih untuk berpikir kreatif dan kritis. Tetapi, untuk berpikir kritis, mahasiswa harus terbiasa dengan budaya membaca atau literasi.

“saya sangat mendukung mahasiswa bergabung di dalam organisasi.  Dengan anda bergabung, pemikiran kritis anda akan dilatih. Tetapi perlu diingat, bahwa kekritisan itu bermula dari budaya membaca yang kuat. Jangan sekali-sekali anda alergi dengan budaya literasi. Dengan membaca, anda akan fasih dalam berpikir dan berbicara,” ungkapnya.

Maria Theresia Geme, selaku dosen pengajar di Fakultas Fukum Unwira, mengapresiasi kegiatan diskusi yang diselenggarakan kelompok studi mahasiswa hukum tersebut. Dengan dihadirnya pemantik yang luar biasa, ia berharap diskusi ini terus berlanjut dengan tema-tema yang lebih nasional.

“saya sangat senang sekali inisiatif dari kelompok studi fakultas hukum ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat, dan oleh kerena itu tidak boleh berhenti sampai di sini. Ke depannya, bisa buat diskusi lagi dengan tema-tema yang sifatnya nasional dan sesuai dengan situasi kita sekarang ini,” harapnya.

Untuk diketahui, partisipan dalam kegiatan ini terdiri dari mahasiswa hukum Unwira, mahasiswa Komunikasi dari London School and Public Relation (LSPR)-Jakarta, dan anggota organisasi nasional-lokal yang terlibat. Termasuk yang ikut berpastisipasi dalam kegiatan ini beberapa dosen pengajar dari Universitas Widya Mandira Kupang.

Dalam kegiatan dimoderatori salah satu mahasiswa hukum Unwira, Agustinus Romi Haman. 
Tujuan kegiatan untuk memperkenalkan kepada mahasiswa arti penting dari kehidupan organisasi dan urgensinya bagi kepemimpinan. Sejauh mana prospek organisasi, kampus maupun non kampus bisa melahirkan pemimpim-pemimpin bangsa yang handal. (Filmon Hasrin).