Tuhan
Sabtu, 27 Juni 2026 20:52 WIB
Penulis:Redaksi

Oleh Pater Gregor Nule SVD
SERING kita merasa begitu dekat dengan Allah. Tetapi, kita tidak pernah melihatNya dengan mata. Kita bisa merasakan dan mengalami kehadiranNya, karena kita percaya atau mengimani Allah.
Wanita Sunem menjumpai nabi Elisa, melayaninya dan merasakan kehadiran Allah yang nyata. Ia minta suaminya agar menyiapkan sebuah kamar tidur yang pantas di ruang atas. Menurut wanita Sunem Elisa adalah abdi Allah yang patut mendapatkan pelayanan yang pantas.
Dan benar demikian. Tuhan mendengarkan doa Elisa. Ia memohonkan seorang anak bagi pasangan yang sudah lanjut usia itu.
Elisa berkata, "Tahun depan, pada waktu seperti itu juga, engkau akan menggendong seorang anak laki-laki", (2Raj, 4:16a).
Dalam Injil, Yesus menunjukkan jalan tepat untuk menjadi muridNya yang sejati dan layak bagiNya. Maka Yesus minta agar seorang murid sejati hendaknya tidak mengasihi orangtua, anak-anak, saudara-saudari atau diri sendiri lebih daripada mengasihiNya.
Yesuslah yang menjamin hidup dan keselamatan kita maka kita mesti lebih mengutamakan Yesus dan kehendakNya. Sedangkan perhatian terhadap hal-hal dunia, diri sendiri dan orang-orang sekitar mesti dinomorduakan.
Selain itu, Yesus minta agar kita rela memikul salib hidup masing-masing. Kita mesti rela pikul salib hidup sendiri sebagai imam, suster, orang tua, anak dan saudara-saudari.
Kita tidak boleh lemparkan salib dan tanggung jawab kepada orang lain. Kita mesti belajar dari Yesus yang rela memikul salibNya sampai mati demi keselamatan umat manusia.
Kita tidak boleh lari dari tanggung jawab, lalu bebankannya kepada orang lain. Kita juga tidak boleh merasa terpaksa dan bahkan terus mengeluh ketika memikul salib hidup.
Orang akan melihat dan mengalami Allah di dalam hidup dan karya kita apabila hidup dan karya sehari-hari sungguh menghadirkan pola hidup dan karyaNya.
Kita bisa menjadi Injil yang hidup dan orang bisa mendengarkan suara dan ajaran Kristus sendiri serta mencontohi hidupNya, tampa kita mesti mengungkapkannya lewat kata-kata.
Sebagaimana wanita Sunem mengidentifikasi Elisa sebagai abdi Allah tanpa ia sendiri memperkenalkan dirinya.
Karena itu, kita berusaha menjadi sarana dan jalan keselamatan bagi orang lain di sekitar kita. Dan Yesus menegaskan bahwa seseorang tidak pernah akan kehilangan upahnya apabila ia sungguh percaya dan hidup sebagai pengikut Yesus sejati.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kemah Tabor, Mataloko, Minggu, 28 Juni 2026. ***