Minggu, 30 November 2025 09:31 WIB
Penulis:redaksi

ISTMABUL (Floresku.com) - Pada Sabtu pagi (29/11), di hari ketiga Kunjungan Apostoliknya ke Türkiye, Paus Leo XIV melangkah memasuki Masjid Sultan Ahmed—atau Masjid Biru—dalam sebuah peristiwa yang segera dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan internasional perdananya sebagai Uskup Roma.
Kunjungan ini tidak hanya bernilai simbolis, tetapi juga mencerminkan komitmen Sri Paus terhadap dialog lintas agama dan penghormatan terhadap tradisi keagamaan dunia.
Kantor Pers Takhta Suci menyatakan bahwa kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana “hening rohani, penuh perhatian, dan dengan rasa hormat mendalam terhadap tempat suci serta iman umat Muslim yang berdoa di dalamnya.”
Nada hening dan kontemplatif itu sejalan dengan karakter Masjid Biru, sebuah mahakarya Ottoman yang dibangun pada 1617 oleh Sultan Ahmed I.
Masjid Biru dikenal sebagai salah satu struktur paling megah di Istanbul. Lebih dari 21.000 ubin keramik Iznik berwarna biru dan turkuois menghiasi interiornya, memancarkan nuansa cahaya yang hangat dan tenang. Keindahan inilah yang menjadikan Masjid Biru ikon arsitektur Islam yang diakui dunia.
Paus Leo XIV tiba di masjid dengan pendampingan resmi dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Türkiye, Mehmet Nuri Ersoy; Mufti Provinsi Istanbul, Emrullah Tuncel; dan Imam Masjid Sultan Ahmed, Kurra Hafiz Fatih Kaya. Di dalam masjid, muezzin Musa Aşgın Tunca memberikan tur singkat, menjelaskan sejarah bangunan serta detail-detail artistik yang membentuk identitas masjid tersebut.
Setelah kunjungan ke Masjid Biru, agenda Paus Leo berlanjut dengan pertemuan para pemimpin Gereja-gereja lokal di Gereja Ortodoks Siria Mor Ephrem. Momentum hari itu kemudian akan diakhiri dengan doa Doksologi bersama Patriark Ekumenis Bartholomew I di Gereja Patriarkal Santo Georgius.
Dengan kunjungan ini, Paus Leo XIV menjadi Paus ketiga yang menapakkan kaki di Masjid Biru, mengikuti jejak Benediktus XVI pada 2006 dan Fransiskus pada 2014. Sebuah langkah kecil, namun sarat makna bagi jembatan persaudaraan antarumat beriman. (Sandra – Sumber Katolikku.com)***