Pelaku Kreatif Dorong Peran Lokal di Pariwisata Labuan Bajo

Senin, 06 April 2026 16:52 WIB

Penulis:redaksi

sunseyt.jpg
Sunset di Labuan Bajo (Instagram)

LABUAN BAJO (Floresku.com) – Senja di Labuan Bajo bukan hanya tentang panorama laut dan langit keemasan, tetapi juga ruang diskusi bagi masa depan pariwisata. 

Dalam talkshow “Sunset Talk: Dari Labuan Bajo untuk Dunia” yang digelar kolaborasi RRI dan Mawatu Labuan Bajo, pelaku industri kreatif menyuarakan pentingnya penguatan peran lokal.

Owner Chomabee, Rino, menegaskan bahwa produk kreatif bukan sekadar barang jualan, tetapi juga sarana diplomasi budaya. Ia mencontohkan penggunaan istilah lokal seperti “Daratna” dalam produknya sebagai upaya memperkenalkan identitas Manggarai ke dunia luar.

Talkshow “Sunset Talk: Dari Labuan Bajo untuk Dunia” yang digelar kolaborasi RRI dan Mawatu Labuan Bajo

“Kaos bukan sekadar produk, tetapi media komunikasi visual. Saat dipakai wisatawan, mereka membawa cerita Labuan Bajo ke luar,” ujarnya.

Namun di balik potensi tersebut, Rino menyoroti bahwa pelaku UMKM lokal masih berada di posisi terbatas, terutama di tengah dominasi proyek-proyek besar pariwisata. 

Baca juga:

Ia menilai perlunya kebijakan yang mendorong pelaku lokal menjadi pemain utama, termasuk penerapan standar harga untuk menghindari persaingan tidak sehat.

Ia juga berharap hotel dan instansi di kawasan wisata lebih konsisten menggunakan produk lokal sebagai bagian dari ekosistem pariwisata berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Stand Up Indo Labuan Bajo, Koko Ama, menyoroti pentingnya seni sebagai ruang ekspresi dan kritik sosial. Menurutnya, komunitas kreatif di Labuan Bajo telah berkembang secara mandiri dan mampu menghadirkan berbagai kegiatan, termasuk mendatangkan komika nasional.

“Kami bergerak secara swadaya, tapi tetap bisa menghadirkan acara besar,” ungkapnya.

Koko Ama menambahkan, seni tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga medium untuk menyuarakan realitas sosial di tengah geliat pariwisata. Ia menilai masih terbatasnya ruang ekspresi menjadi tantangan tersendiri bagi komunitas kreatif.

Secara umum, para pelaku industri kreatif berharap pemerintah dapat memperkuat kolaborasi dan menjadikan mereka mitra strategis dalam membangun citra Labuan Bajo di tingkat nasional hingga global. (Tari-sumber rr.co,id). ***