Tuhan
Sabtu, 06 Juni 2026 08:15 WIB
Penulis:Redaksi

Oleh: Pater Gregor Nule, SVD
Hati dan pikiran manusia sungguh bervariasi motifnya ketika melakukan sesuatu yang baik. Ada orang yang melakukan kebaikan, memberi sedekah atau membantu orang lain karena mau dilihat orang dan dipuji.
Tetapi, ada orang lain yang melakukannya dengan motivasi murni yakni untuk menolong atau meringankan beban. Semua dilakukannya atas dasar kasih.
Dalam. perikop Injil Mark 12:38-44 Yesus mengomentari pemberian persembahan orang-orang kaya dan si janda miskin.
Yesus memuji persembahan si janda miskin dan sebaliknya sepertinya merendahkan persembahan orang-orang kaya yang jumlahnya sangat besar dibandingkan dengan jumlah persembahan si janda miskin.
Sebetulnya yang menjadi perhatian Yesus adalah pengorbanan si janda miskin. Ia memberikan semua nafkah yang dimilikinya sebagai persembahan kepada Tuhan.
Di balik pemberian total ini terkandung iman dan ketergantungan penuh pada Allah. Ia percaya bahwa semua yang dimilikinya berasal dari Allah. Dan, sebagaimana Allah telah menjamin hidupnya maka Allah yang sama akan tetap menjamin hidup, kesejahteraan dan keselamatannya.
Orang-orang kaya pun tentu memberi dengan motivasi luhur sebagai persembahan kepada Allah. Tetapi, mereka memberi dari kelimpahan uang dan harta yang dimiliki.
Maka dari segi pengorbanan, janda miskin memiliki pengorbanan lebih besar dibandingkan dengan orang-orang kaya. Ia memberi dari keterbatasan dan kekurangannya.
Sebagai murid Kristus, kita belajar dari si janda miskin. Kita belajar terus percaya dan bergantung pada kemurahan dan kebaikan Allah. Allah akan tetap menjamin hidup kita apabila kita terus berharap kepadaNya.
Kita juga belajar untuk berbagi dan memberi dari kekurangan dan keterbatasan kita. Kita memberi dengan tulus. Kita tidak tunggu sampai memiliki lebih barulah kita berbagi. Kita belajar untuk berkorban.
Kita juga belajar dari orang-orang kaya yang murah hati dan mau memberi. Mereka percaya kepada Tuhan dan tidak menjadi serakah. Mereka memberi dari harta.mereka untuk kepentingan, kebaikan dan kesejahteraan banyak orang.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 06 Juni 2026. ***