hidup
Selasa, 21 April 2026 05:33 WIB
Penulis:Redaksi

Oleh: Pater Gregor Nule, SVD
YESUSU mewartakan dan menghadirkan kerajaan Allah di dunia. Banyak orang telah percaya kepadaNya dan melaksanakan perintah-perintahNya.
Tetapi, dalam perikop Injil Yoh 6:30-35 para pemimpin agama Yahudi minta tanda dari surga dan pekerjaan tertentu sehingga mereka bisa melihatnya dan percaya kepada Yesus.
Mereka berbicara tentang manna sebagai mukjizat yang dibuat Musa bagi orang-orang Istael di padang gurun.
Tetapi, Yesus menegaskan bahwa bukanlah Musa yang memberikan manna atau roti dari surga kepada bangsa Israel di padang gurun, melainkan Bapa di surga.
Dan, dalam art lanjutannya, roti yang berasal dari Allah itu. adalah roti yang turun dari surga dan memberikan hidup kepada dunia. Roti itu adalah Yesus sendiri.
Atau dengan kata lain, Yesus adalah Roti hidup. Barang siapa datang dan percaya kepadaNya ia tidak akan lapar dan haus lagi, serta memperoleh hidup yang kekal.
Karena itu, para muridNya meminta, "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa",(Yoh 6:34).
Sebagai pengikut Yesus kita hendaknya selalu rindu bersatu dengan Yesus. Kita tekun mendengarkan dan merenungkan SabdaNya. Kita giat melaksanakan perintah-perintahNya lewat perbuatan-perbuatan kasih.
Syarat supaya kita tetap kuat, bertahan terhadap segala cobaan dan bersemangat maka kita mesti rindu selalu menerima Yesus dalam wujud Tubuh dan DarahNya.
Inilah pemberian Yesus yang termahal dan paling berharga untuk kita, umat manusia. Pemberian Diri ini tidak bisa dibalas dengan apa pun.
Maka kita mesti berkomitmen agar tidak mengecewakan dan mempermalukan. Kita mesti berjuang memberikan kesaksian iman dalam kata, sikap dan perbuatan baik dan benar.
Kita menjadi saksi Kristus sepanjang waktu. Di mana dan kapan saja kita tampil sebagai orang kristen sejati. Kita hidup baik. Kita menjadi yang baik bagi orang yang menderita.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 21 April 2026. ***