Prabowo Subianto: Program MBG Masih Perlu Pembenahan, Ribuan Dapur Dihentikan

Rabu, 20 Mei 2026 20:40 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Redaksi

prabowo.jpeg
Presiden Prabowo akui pelaksanaan Program MBG perlu pembenahan. (Istimewa)

JAKARTA (Floresku.com) – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga saat ini masih menghadapi sejumlah persoalan teknis dan manajerial. 

Karena itu, pemerintah telah menghentikan operasional lebih dari 3.000 dapur MBG yang dinilai tidak memenuhi standar pengelolaan.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada rapat paripurna di kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).

Menurut Presiden, pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang muncul selama program berjalan. Ia menegaskan evaluasi dan pengawasan akan terus diperketat agar pelaksanaan MBG benar-benar tepat sasaran dan berkualitas.

Baca juga:

Prabowo juga meminta para pejabat daerah, anggota DPR, hingga kepala daerah untuk ikut melakukan pengawasan langsung terhadap operasional dapur MBG di wilayah masing-masing. Bila ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian, ia meminta agar segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti.

“Kalau ada yang tidak sesuai, segera laporkan. Pemerintah akan bertindak cepat,” ujarnya.

Meski masih menghadapi kendala, pemerintah mengklaim program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Angka tersebut mencakup jutaan balita, ibu menyusui, dan ibu hamil di berbagai daerah Indonesia.

Selain kelompok tersebut, pemerintah juga berencana memperluas program kepada sekitar 500 ribu lansia yang hidup sendiri dan membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

Program MBG sendiri menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Prabowo dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka stunting nasional. (Sandra). ***