RI Tertinggi Konsumsi Mikroplastik Dunia

Senin, 02 Maret 2026 08:33 WIB

Penulis:redaksi

talenan plastik.jpg
Memontong sayur atau daging di talenan plastik jadi penyebab paparan mikroplatik (Istimewa)

JAKARTA (Floresku.com)– Tanpa disadari, konsumsi mikroplastik kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. 

Laporan terbaru yang dikutip dari CNBC Indonesia, Minggu (01/03), mengungkap Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat konsumsi mikroplastik tertinggi di dunia, melampaui sejumlah negara di Asia Tenggara maupun kawasan lainnya.

Mikroplastik merupakan fragmen plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman. 

Paparan zat ini dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan, radang usus, penyakit jantung, hingga beberapa jenis kanker.

Berdasarkan hasil riset tersebut, rata-rata penduduk Indonesia diperkirakan mengonsumsi sekitar 15 gram mikroplastik setiap bulan. Setelah Indonesia, negara dengan tingkat konsumsi tinggi berikutnya adalah Malaysia dan Filipina.

Baca juga:

Sumber paparan mikro plastik

Sejumlah produk sehari-hari menjadi sumber utama paparan mikroplastik. 

Pertama, talenan plastik. Penelitian yang dilakukan American Chemical Society (ACS) menemukan penggunaan talenan plastik dapat melepaskan hingga 79,4 juta partikel mikroplastik polipropilena per tahun ke makanan.

Kedua, teh celup. Studi yang dipublikasikan oleh Dow University of Health Sciences pada 2023 menunjukkan air panas dapat melepaskan jutaan mikroplastik dari kantong teh berbahan plastik. Bahkan, satu cangkir teh disebut bisa mengandung hingga 3,1 miliar nanoplastik.

Ketiga, wadah es batu plastik yang berpotensi mencemari air saat proses pembekuan. 

Keempat, wadah makanan berbahan plastik yang dipanaskan dalam microwave, yang menurut riset Universitas Nebraska-Lincoln dapat melepaskan jutaan partikel mikroplastik per sentimeter persegi.

Kelima, gelas kertas untuk minuman panas yang dilapisi plastik tipis dan berisiko melepaskan bahan kimia berbahaya.

Para ahli menyarankan penggunaan alternatif ramah lingkungan seperti talenan kaca, saringan teh logam, wadah baja tahan karat, serta botol minum yang dapat digunakan ulang guna mengurangi paparan mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari. (Sandra). ***