Sampah Medis Ditemukan di Lapak Para Pengepul Lokaria, Sikka

Kamis, 16 Juli 2026 19:08 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Redaksi

limbah.jpg
Sampah Medis di Lapak Para Pengepul Lokaria, Sikka (Silvia)

MAUMERE (Floresku.com) – Temuan sampah medis di lokasi pengepul barang bekas di kawasan Lokaria, , kembali memunculkan kekhawatiran terkait tata kelola limbah medis di sejummlah rumah sakit di Kabupaten Sikka.

Sejumlah pengakuan dari pekerja dan pemilik lapak mengindikasikan bahwa limbah medis dari fasilitas kesehatan diduga telah lama masuk ke jalur pengepul barang bekas.

Salah seorang pekerja pengepul, Kusmaidi, mengaku sampah medis tersebut berasal dari puskesmas dan diantar oleh orang yang datang secara bergantian. 

Menurutnya, pengantar terkadang menggunakan mobil, namun pada kesempatan lain menggunakan sepeda motor.

"Kami beli dengan harga Rp2.500 per kilogram," ujar Kusmaidi.

Sementara itu, Mus, pemilik usaha pengepul di Lokaria yang berdomisili di Semarang, Jawa Tengah, mengaku telah menerima sampah medis selama beberapa tahun terakhir.

"Kalau sampah medis saya cuma terima sisanya dari Sinar Agung. Mungkin mereka sedang tutup atau libur, jadi dibawa ke tempat saya," kata Mus.

Baca juga:

Pengakuan tersebut menunjukkan adanya dugaan alur distribusi limbah medis yang tidak semestinya hingga masuk ke lapak pengepul barang bekas.

Di sisi lain, Sony, pemilik lapak Sinar Mas, membantah menerima sampah medis dari rumah sakit maupun fasilitas kesehatan. 

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, ia menegaskan bahwa usahanya menolak limbah medis karena berisiko membahayakan pekerja.

"Saya tidak mau menerima sampah dari rumah sakit. Saya pernah tertusuk jarum bekas rumah sakit yang dibawa pemulung ke tempat saya. Sejak itu saya tidak mau lagi menerima sampah seperti itu," tegas Sony.

Menurut Sony, persoalan limbah medis memerlukan penanganan serius dari seluruh pihak terkait, termasuk rumah sakit, puskesmas, serta instansi pemerintah yang berwenang.

"Kalau tidak ada keseriusan dari rumah sakit dan dinas terkait, ya masalah seperti ini akan terus berulang dan tidak pernah ada solusinya," ujarnya.

Temuan sampah medis di lokasi pengepul ini menambah daftar persoalan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Kabupaten Sikka. 

Sampah medis, seperti jarum suntik bekas, infus, sarung tangan medis, maupun peralatan kesehatan sekali pakai, seharusnya dikelola sesuai ketentuan agar tidak membahayakan kesehatan masyarakat maupun lingkungan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak puskesmas maupun instansi pemerintah terkait mengenai dugaan masuknya sampah medis ke lapak pengepul di Lokaria. Floresku.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait. (Silvia). ***