Unika Ruteng Gandeng PT Kanisius, Perkuat Budaya Menulis dan Publikasi Ilmiah

Kamis, 02 Juli 2026 08:26 WIB

Penulis:Redaksi

penangangatangan.jpeg
Rektor Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic. Theol., (Rektor Manfred) dan Direktur Utama PT Kanisius, E. Azismardopo Subroto, SJ. menandatangani nota kesepakatan kerja sama (MoU) di kantor PT Kanisius, Yogyakarta, Selasa, 30 Juni 2026. (Istimewa)

YOGYAKARTA (Floresku.com)– Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng memperkuat komitmennya membangun budaya akademik melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Kanisius di Yogyakarta, Selasa (30/6).

Kesepakatan yang ditandatangani Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic. Theol., dan Direktur Utama PT Kanisius, E. Azismardopo Subroto, SJ, ini berlaku selama tiga tahun. 

Kerja sama mencakup pendampingan penulisan buku, layanan penerbitan dan percetakan, penyediaan sarana pembelajaran, serta pengembangan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan.

Rektor Agustinus Manfred Habur mengatakan kerja sama tersebut bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi menjadi langkah strategis untuk memperkuat budaya akademik di lingkungan kampus.

"Kerja sama ini merupakan awal dari komitmen bersama untuk membangun budaya akademik yang produktif, kreatif, dan berdampak," ujarnya.

Menurutnya, perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga melahirkan karya ilmiah dan buku berkualitas yang memberi kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat.

Baca juga:

Ia menambahkan, di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan arus informasi, dosen perlu mengambil peran sebagai penulis, peneliti, sekaligus intelektual publik yang mampu menawarkan solusi atas berbagai persoalan melalui karya ilmiah.

Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada PT Kanisius atas kepercayaan menjalin kemitraan dengan Unika Ruteng di bidang penerbitan dan pengembangan pendidikan.

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah pendampingan penulisan buku ajar dan buku akademik. 

Unika Ruteng akan membentuk tim penulis dan menyediakan fasilitas pendukung, sementara PT Kanisius menghadirkan tim pendamping yang membantu mulai dari penyusunan konsep, pengumpulan referensi, proses penulisan, hingga naskah siap diterbitkan.

"Kami percaya pengalaman panjang PT Kanisius akan menjadi mitra yang sangat berharga dalam meningkatkan kapasitas dosen menghasilkan karya yang bermutu, relevan, dan memberi manfaat bagi Gereja, masyarakat, serta dunia pendidikan Indonesia," kata Manfred.

Selain penerbitan buku, kedua lembaga juga menyepakati kerja sama dalam penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran, pelayanan jasa percetakan, serta berbagai program peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan.

Melalui kerja sama tersebut, PT Kanisius akan menyediakan berbagai produk pendidikan sesuai kebutuhan Unika Ruteng dengan skema khusus. Sebaliknya, universitas akan memanfaatkan produk pendidikan Kanisius sekaligus melibatkan perusahaan itu dalam berbagai program pengembangan sumber daya manusia.

Rektor berharap kemitraan tersebut segera menghasilkan program-program konkret, seperti pelatihan penulisan buku, pendampingan penyusunan naskah, hingga penerbitan karya dosen yang mengangkat kekayaan budaya, pendidikan, dan nilai-nilai kemanusiaan Flores serta Indonesia Timur.

Ia optimistis kolaborasi ini akan memperkuat tradisi literasi di lingkungan kampus sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak karya akademik yang dapat dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Seluruh program akan dievaluasi setiap tahun selama masa berlaku kerja sama untuk memastikan implementasinya berjalan efektif serta membuka peluang pengembangan kolaborasi yang lebih luas pada masa mendatang. (Domi). ***