Yesus Melihat Kualitas Hati

Jumat, 22 Mei 2026 14:57 WIB

Penulis:Redaksi

gregor nule.jpg
Pater Gregor Nule SVD (Dokpri diedit AI)

Oleh Pater Gregor Nule SVD

Selamat siang saudara/iku dan selamat menjalani hari baru ini dengan penuh semangat!

Kita kenal baik kisah Simon Petrus. Dia adalah salah seorang murid yang pertama kali dipanggil Yesus.

Dia tinggalkan keluarga dan profesinya sebagai nelayan. Ia bersedia menjadi penjala manusia. Artinya mencari dan meyakinkan orang-orang untuk menjadi pengikut Yesus.

Simon Petrus juga mendapat kepercayaan untuk menyaksikan peristiwa-peristiwa besar dalam hidup dan karya Yesus, seperti peristiwa transfigurasi di Gunung Tabor dan Doa Yesus di Taman Getzemani menjelang akhir hidup Yesus yang sangat tragis.

Tetapi, satu hal di luar dugaan para murid lainnya, ketika Petrus yang sedang mengikuti jalan penderitaan dan salib Yesus menyangkal Yesus. Bahkan ia bersumpah tidak mengenal Yesus dan bukan salah seorang muridNya, sampai tiga kali.

Petrus selalu bersikap tegas dan berkata lantang, tetapi yang tersembunyi dalam hatinya menjadi rahasia besar. Ternyata ia adalah seorang pengecut besar.

Meskupun demikkan, cinta Yesus kepada Petrus tidak luntur. Yesus tetap percaya kepadanya sejak awal menetapkannya sebagai kepala para rasul dan batu karang, di atas Yesus akan mendirikan GerejaNya.

Perikop Injil Yoh 21:15-19 melukiskan tentang keteguhan piihan Yesus kepada Petrus untuk menjadi kepala para muridNya sepanjang zaman.

Sebanyak tiga kali Yesus bertanya kepada Petrus,, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka yang lain? Sebanyak tiga kali,  Petrus menjawab bahwa ia mengasihi Yesus. Dan sebanyak tiga kali pula, Yesus minta kepada Petrus agar menggembalakan dan memelihara domba-dombaNya.

Akhirnya Yesus minta kepada Petrus agar mengikutiNya. "Ikutlah Aku", (Yoh 21: 19). Yesus ingin menegaskan bahwa bukti cinta yang paling tinggi adalah mengikuti Yesus dan melaksanakan  kehendakNya.

Sebagai murid Yesus mungkin kita juga terkadang bersikap seperti Petrus. Kita buat janji tetapi kita tidak setia melaksanakannya. Kita ingkar janji ketika hadapi masalah atau kesulitan tertentu.

Kita belajar menyadari kelemahan kita dan semakin meneguhkan komitmen untuk mengikuti Yesus dan hidup sesuai dengan perintah-perintahNya. Ini menjadi bukti kita tetap mencintai Tuhan dengan hati yang tulus.

Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!

Kewapante, 22 Mei 2026. ***