Yesus Mengutamakan Keselamatan Manusia

Senin, 19 Januari 2026 21:22 WIB

Penulis:redaksi

nule.jpg
Pater Gregor Nule SVD (Dokpri)
Pesan Inspiratif

Oleh: Pater Gregor Nule, SVD

Hari Sabat adalah hari Tuhan, hari suci dan hari istirahat menurut agama Yahudi. Ada banyak sekali aturan yang mesti ditaati termasuk aturan istirahat atau tidak bekerja.

Perikop Injil Mrk 2:23-28 melukiskan tentang perjalanan Yesus bersama para muridNya melintasi sebuah ladang gandum pada suatu hari Sabat.

Ketika para murid Yesus merasa lapar mereka tidak segan-segannya memetik bulir gandum dan memakannya. Yesus melihat hal itu. Tetapi, Yesus tidak bereaksi apa pun. Ia membiarkan saja.

Sebaliknya orang-orang Farisi yang melihat kejadian itu mengkritik sikap Yesus.

Mereka berkata, "Lihat! Mengapa  mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat", (Mrk 2:24).

Yesus menanggapi kritikan orang-orang Farisi dengan mengutip pengalaman raja Daud bersama para pengiringnya. Mereka merasa lapar lalu masuk ke Rumah Allah dan mengambil roti sajian lalu memakannya. Roti itu hanya boleh dimakan.

Tindakan raja Daud dibenarkan karena mereka sedang lapar. Demikian pula tindakan para murid tidak dipersoalkan Yesus atau dibenarkan, kendatipun mereka memetik bulir gandum dan memakannya pada hari Sabat.

Sikap Yesus di atas tidak berarti bahwa Yesus tidak menghormati aturan hari Sabat. Sebaliknya, Yesus justeru lebih mengutamakan  keselamatan murid-muridNya daripada mentaati aturan hari Sabat.

Sebagai pengikut Yesus kita juga mesti lebih mengutamakan kebaikan dan keselamatan manusia daripada mentaati aturan manusia atau kebijakan tertentu.

Nilai manusia lebih tinggi daripada segala hal lain.   Karena itu, kita mesti lebih memperhatikan manusia dan kepentingannya.

Kita mesti mendahulukan pelayanan kepada orang sakit, orang yang lapar, orang lanjut usia daripada urusan lain.

Semoga Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.

Kewapante, 20 Januari 2026