Timor Leste
Jumat, 10 April 2026 14:43 WIB
Penulis:Redaksi

JAKARTA (Floresku.com) - Keputusan Bobibos untuk memulai produksi massal di Timor Leste menuai perhatian publik. Di tengah potensi besar sebagai energi alternatif ramah lingkungan, muncul pertanyaan: mengapa produksi tidak dilakukan di dalam negeri?
Bobibos merupakan bahan bakar nabati (BBN) berbasis jerami yang diklaim mampu menghasilkan kualitas setara RON 98. Produk ini dikembangkan oleh PT Inti Sinergi Formula sebagai solusi energi berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan bahan bakar.
Anggota DPR RI sekaligus pembina Bobibos, Mulyadi, menjelaskan bahwa pemilihan Timor Leste didasarkan pada skema kerja sama yang dinilai lebih siap dan mendukung implementasi proyek.
Menurutnya, Bobibos menjalin kemitraan dengan perusahaan swasta lokal yang direkomendasikan langsung oleh pemerintah Timor Leste. Dalam kerja sama tersebut, komposisi kepemilikan saham ditetapkan 51 persen untuk mitra lokal dan 49 persen untuk Bobibos Indonesia.
Baca juga:
“Skema ini membuat proses implementasi lebih mudah karena dukungan dari pihak lokal sudah tersedia sejak awal,” ujar Mulyadi.
Selain faktor kepemilikan, pembagian peran juga menjadi pertimbangan utama. Mitra di Timor Leste bertanggung jawab menyediakan infrastruktur seperti pabrik, gudang, serta sarana pendukung pertanian termasuk lahan sawah. Sementara itu, Bobibos fokus pada penyediaan teknologi inti dan mesin produksi.
Model ini dinilai efisien karena mengurangi beban investasi awal dari pihak Indonesia. Di sisi lain, pemerintah Timor Leste juga disebut telah menyiapkan dukungan distribusi, termasuk pembangunan SPBU yang disesuaikan dengan kebutuhan produksi.
Dari aspek tenaga kerja, pendekatan yang digunakan juga berbasis pemberdayaan lokal. Tenaga operasional akan direkrut dari masyarakat setempat, sementara Bobibos hanya menempatkan tenaga ahli sesuai kebutuhan.
“Ini tidak hanya mempermudah operasional, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal,” tambah Mulyadi.
Menariknya, kerja sama ini tidak melibatkan BUMN Timor Leste, melainkan murni dengan sektor swasta yang direkomendasikan pemerintah sejak kesepakatan pada Desember 2025.
Ke depan, Bobibos berencana menerapkan model kemitraan serupa untuk ekspansi ke negara lain maupun daerah di Indonesia. Dalam setiap kerja sama, Bobibos akan tetap berada pada posisi minoritas dengan porsi 49 persen saham.
Langkah ini menunjukkan strategi ekspansi yang fleksibel, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan energi alternatif berbasis kolaborasi lintas negara. (Sandra). ***