Eggi Sudjana Temui Jokowi di Solo dan Berpelukan

Jumat, 09 Januari 2026 21:54 WIB

Penulis:redaksi

Editor:redaksi

eggi vs Jokowi.jpg
Eggi Sudjana (kiri), Jokowi Wododo (kanan). (Istimewa)

SOLO (Floresku.com) — Sebuah momen tak terduga terjadi di kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (8/1). 

Mantan aktivis sekaligus tokoh publik Eggi Sudjana bertemu langsung dengan Jokowi dalam suasana tertutup dan penuh emosi.

Pertemuan tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Relawan Jokowi–Prabowo-Gibran (ReJO), Muhammad Rahmad, yang turut hadir menyaksikan langsung jalannya pertemuan. 

Menurut Rahmad, meski tidak ada dokumentasi foto maupun video, peristiwa itu meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir.

Rahmad menuturkan bahwa dalam pertemuan singkat tersebut, Eggi Sudjana bersama Damai Hari Lubis sempat berpelukan erat dengan Jokowi. Suasana haru menyelimuti ruangan, bahkan membuat sejumlah saksi menitikkan air mata.

Baca juga:

“Pertemuan itu sangat mengharukan. Tidak ada dokumentasi karena berlangsung tertutup. Namun saya melihat langsung bagaimana Pak Eggi dan Pak Damai Hari Lubis memeluk Pak Jokowi dengan sangat erat,” ujar Rahmad saat dihubungi  Suryamalang.com, Jumat (9/1).

Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai simbol kedewasaan berpolitik dan sikap kenegarawanan. Menurutnya, peristiwa itu mencerminkan semangat rekonsiliasi dan persatuan di tengah perbedaan pandangan yang pernah terjadi.

Dalam pertemuan itu, Eggi Sudjana hadir bersama Damai Hari Lubis, kuasa hukum Elida Netty, Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) Darmizal, serta Sekjen ReJO Rakhmad.

Sebagai bentuk penghormatan, Eggi juga menyerahkan sebuah buku karyanya berjudul OST JUBEDIL (Objektif, Sistematis, Toleran, Jujur, Benar, dan Adil) kepada Jokowi. Buku tersebut diserahkan langsung dengan pesan persaudaraan seiman.

“Ini saya tanda tangani untuk saudara seiman saya, Pak Joko Widodo. Insyaallah beliau cerdas, berani, dan militan,” ucap Eggi dalam rekaman video yang diterima media.

Pertemuan ini pun menjadi sorotan publik sebagai simbol rekonsiliasi personal sekaligus pesan moral tentang pentingnya persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Sandra/Sumber: Youtube/tribunnews.vaom). ***