Gubernur Melki Jadikan SMAN 5 Kupang Model Pendidikan Baru di NTT

Selasa, 16 Juni 2026 21:27 WIB

Penulis:Redaksi

sma-5-2.jpg
Dies Natalis dan Reuni Akbar SMAN 5 Kupang, Senin (15/6). (Dok Foto/Fauziah SPd.)

KUPANG (Floresku.com) – SMA Negeri 5 Kupang mendapat apresiasi khusus dari Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena. Sekolah yang tahun ini genap berusia 35 tahun itu dinilai berhasil menghadirkan wajah baru pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kewirausahaan siswa.

Penilaian tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 SMAN 5 Kupang, Senin (15/6). 

Di tengah suasana reuni akbar dan berbagai pentas seni, perhatian gubernur tertuju pada program inovatif One School One Product (OSOP) yang dijalankan sekolah tersebut.

Melalui program itu, para siswa dilibatkan dalam produksi hingga pemasaran keripik pisang sebagai produk unggulan sekolah.

Baca juga:

"Kita ingin pendidikan di NTT berkualitas dari aspek akademik, karakter, dan kewirausahaan. Saya melihat SMA Negeri 5 sudah menunjukkan ketiga hal itu," kata Melki.

Menurutnya, sekolah pada masa kini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan nilai akademik tinggi. Pendidikan harus mampu melahirkan generasi muda yang memiliki daya juang, integritas, serta keberanian untuk menciptakan peluang usaha.

Belajar Menjadi Pencipta Kerja

Program OSOP dinilai menjadi contoh konkret bagaimana dunia pendidikan dapat menghubungkan teori dengan praktik kehidupan nyata.

Siswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga diajak memahami proses produksi, pengemasan, pemasaran, hingga membaca peluang pasar. Pengalaman tersebut diharapkan menumbuhkan mental kewirausahaan sejak dini.

"Anak-anak kita jangan hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja," ujar Melki.

Ia menilai semangat inovasi yang tumbuh di lingkungan sekolah akan menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Budaya Sekolah yang Kuat

Selain inovasi kewirausahaan, Gubernur Melki juga mengapresiasi budaya disiplin dan pembiasaan spiritual yang diterapkan di SMAN 5 Kupang.

Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak terlepas dari kekompakan seluruh unsur pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, alumni hingga komite sekolah.

"Kalau semua unsur bergerak bersama, maka energi positif itu akan melahirkan sekolah yang kuat," katanya.

Budaya inilah yang dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda NTT yang tangguh dan bertanggung jawab.

Program Orang Tua Asuh

SMAN 5 Kupang juga menjalankan program pendampingan siswa melalui skema orang tua asuh. Dalam program tersebut, para guru berperan sebagai pendamping yang memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan peserta didik.

Model ini dianggap sejalan dengan Peraturan Gubernur NTT Nomor 24 Tahun 2026 yang mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung kemajuan pendidikan.

Bahkan, menurut Melki, apa yang kini diterapkan Pemerintah Provinsi NTT sesungguhnya telah lebih dahulu dipraktikkan oleh SMAN 5 Kupang.

Karena itu, sekolah ini dinilai layak menjadi prototipe atau percontohan bagi sekolah-sekolah lain di seluruh wilayah NTT.

Tantangan Baru Menanti

Di balik berbagai capaian tersebut, dunia pendidikan NTT masih menghadapi tantangan besar. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, mengingatkan pentingnya persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.

Menurutnya, peningkatan kualitas guru menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah.

"Kami terus melakukan pemetaan kompetensi guru dan memperkuat program pendampingan agar siswa dapat mencapai hasil terbaik," ujarnya.

Menyongsong Generasi Emas NTT

Kepala SMAN 5 Kupang, Veronika Wawo, mengatakan pihaknya akan terus memperkuat berbagai inovasi yang telah berjalan. Sekolah ingin memastikan setiap siswa memiliki ruang untuk berkembang sesuai potensi masing-masing.

"Kami ingin menumbuhkan jiwa inovatif dan semangat berwirausaha agar para siswa kelak menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter, dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat," katanya.

Memasuki usia ke-35 tahun, perjalanan SMAN 5 Kupang menjadi bukti bahwa perubahan besar dalam dunia pendidikan dapat dimulai dari lingkungan sekolah.

Dari ruang-ruang kelas di Kota Kupang, harapan untuk melahirkan generasi emas NTT yang cerdas, berkarakter, kreatif, dan mandiri terus bertumbuh. Ketika akademik, karakter, dan kewirausahaan berjalan beriringan, pendidikan bukan hanya mencetak lulusan, tetapi juga membangun masa depan daerah. (Edmund). ***