Harga Minyak Naik, Dunia Waspada

Kamis, 30 April 2026 20:57 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Redaksi

41326-ilustrasi-harga-minyak-dunia-meningkat.jpg
Infografik: Harga Minyak Dunia Meroket (Istimewa)

WASHINGTON D.C (Floresku.com) - Harga minyak mentah dunia jenis Brent crude terus menanjak dan kini bertahan di level tinggi selama delapan hari berturut-turut, mencapai US$111,78 per barel. 

Kenaikan ini dipicu ketegangan geopolitik yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah.

Kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memperpanjang blokade terhadap Iran berdampak langsung pada stabilitas pasokan energi global. 

Baca juga:

Situasi semakin genting dengan ditutupnya Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Penutupan jalur strategis tersebut memicu kekhawatiran pasar, mengingat distribusi energi global sangat bergantung pada kawasan ini. 

Dampaknya, harga minyak melonjak dan berpotensi menekan ekonomi banyak negara, terutama yang bergantung pada impor energi.

Di tengah situasi ini, Uni Emirat Arab secara mengejutkan mengumumkan keluar dari OPEC dan aliansi OPEC+ efektif mulai 1 Mei 2026. Langkah ini dinilai dapat memperlemah koordinasi produksi minyak global yang selama ini menjadi penopang stabilitas harga.

Analis energi menilai keputusan tersebut berpotensi menciptakan ketidakpastian baru di pasar, karena berkurangnya kendali kolektif atas produksi minyak dunia. Tanpa koordinasi yang kuat, fluktuasi harga bisa semakin tajam dalam waktu dekat.

Sementara itu, World Bank memproyeksikan harga minyak masih berpeluang naik hingga menyentuh US$115 per barel. 

Proyeksi ini menjadi sinyal penting bagi pelaku usaha dan pemerintah di berbagai negara untuk menyesuaikan perencanaan keuangan pada kuartal kedua tahun 2026.

Lonjakan harga energi global ini diperkirakan akan berdampak luas, mulai dari kenaikan biaya transportasi hingga tekanan inflasi di berbagai sektor. 

Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, perlu mewaspadai efek berantai yang bisa memengaruhi daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional. (Sandra). ***