Kasus 'Kursi Berdarah' di Sekolah Masih Diselidiki

Selasa, 07 April 2026 21:28 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Redaksi

WhatsApp Image 2026-04-03 at 21.49.59.jpeg
Kursi dengan vercak darah (Silvia)

MAUMERE (Floresku.com) - Perkembangan kasus “kursi berdarah” yang melibatkan seorang siswi di salah satu sekolah di Maumere masih menyisakan tanda tanya. Perbedaan keterangan antara pihak medis dan sekolah membuat publik menanti kejelasan lebih lanjut dari aparat berwenang.

Dokter Hyasintus Patrisius Don, yang menangani siswi tersebut di IGD RS TC Hillers Maumere, mengungkapkan bahwa dirinya sempat menangani luka dengan kondisi pendarahan aktif. Ia mengatakan, tindakan penjahitan luka sempat tertunda karena harus menunggu persetujuan keluarga.

“Saya cukup kesal karena harus menunggu hampir satu jam, sementara darah masih terus mengalir. Saya juga meminta keluarga untuk memastikan apakah kasus ini akan dibawa ke ranah hukum atau tidak,” ujarnya saat ditemui di kediamannya.

Baca juga:

Lebih lanjut, dokter menyebut bahwa berdasarkan pengakuan awal korban, luka tersebut terjadi di sekolah dan diduga dilakukan oleh teman di belakang kelas. Pernyataan itu, menurutnya, disampaikan langsung di hadapan orang tua korban.

Namun, keterangan berbeda disampaikan pihak sekolah. Seorang guru senior, Maria, mengatakan bahwa siswi yang bersangkutan saat ini sedang izin pulang kampung dan pihak sekolah telah berkoordinasi dengan kepolisian.

“Menurut keterangan siswi, luka itu terjadi karena jatuh. Kami anggap tidak ada persoalan lagi,” jelasnya.

Pihak sekolah juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait seperti dinas pendidikan maupun pihak perlindungan perempuan dan anak (PPA). Mereka juga menilai keterangan dokter masih sebatas dugaan.

Ke depan, sekolah berkomitmen meningkatkan keamanan, mulai dari penguatan pos satpam, pengawasan guru piket, hingga memastikan siswa berada dalam pengawasan hingga kegiatan belajar selesai. Orang tua juga diimbau untuk memastikan anak tiba dengan aman di lingkungan sekolah.

Kasus ini masih menunggu klarifikasi lebih lanjut, terutama dari pihak kepolisian dan pimpinan sekolah yang saat ini sedang cuti. (Silvia). ***