Perempuan
Minggu, 01 Maret 2026 09:26 WIB
Penulis:redaksi

MAUMERE (Floresku.com) - Penahanan pasangan suami istri pemilik Eltras menyisakan kisah pilu bagi lima anak mereka.
Sejak kedua orang tuanya ditahan aparat kepolisian, kelima anak tersebut kini tinggal bersama sang oma, Maria Hedvirgis (68), yang tengah menderita stroke.
Saat ditemui Floresku.com di kediamannya di Maumere, Maria mengaku kondisi kesehatannya kian menurun. Ia hanya bisa beraktivitas di atas kursi roda dan membutuhkan bantuan orang lain untuk kebutuhan sehari-hari.
“Mereka itu cucu saya. Sejak ayah dan ibunya ditahan, mereka tinggal dengan saya. Saya sedang sakit stroke, tidak bisa jalan,” ujarnya lirih.
Maria mengaku beruntung karena masih memiliki seorang adik yang setiap hari datang membantu mengurus dirinya dan cucu-cucunya. Namun, sang adik pun tidak bisa menetap penuh waktu karena harus kembali ke rumah untuk merawat suaminya yang juga sedang sakit.
Baca juga:
Sementara itu, permohonan penangguhan penahanan yang diajukan Maria Arina, istri Andi, ditolak pihak kepolisian. Humas Polres Sikka, Leonardus Tunga, menyatakan bahwa surat permohonan tersebut belum dapat dikabulkan. “Dengan adanya penahanan yang sudah dilakukan terhadap pemohon, saya pikir surat permohonan itu belum dapat dikabulkan,” ujarnya.
Keprihatinan datang dari anggota DPRD Kabupaten Sikka Dapil I dari Partai PPP, Hajjah Nurhayati Bonda, S.Pd.I. Ia menyoroti persoalan ini dari sisi kemanusiaan.
“Masa orang tuanya dihukum lalu kita tega membunuh kelima anak secara pelan-pelan? Terlepas dari kesalahan orang tuanya, kita semua perlu peduli dengan nasib anak-anak ini,” tegasnya.
Menurutnya, penegakan hukum harus berjalan, namun anak-anak tidak boleh menjadi korban. “Menghukum orang tuanya, tapi jangan menghukum keluarganya, apalagi anaknya. Anak-anak ini belum bisa buat apa-apa,” tambahnya.
Media juga berupaya menemui Sr. Ika di TRUK-F, namun diinformasikan bahwa yang bersangkutan sedang mengikuti pertemuan daring sehingga belum dapat memberikan keterangan. (Silvia). ***