Media Online 'Denore' Diluncurkan Hari Ini di Borong, Manggarai Timur

Sabtu, 05 Februari 2022 21:45 WIB

Penulis:redaksi

Editor:redaksi

denore.jpg
Bupati Matim, Andreas Agas memberikan Kata Sambutan pada acara peluncuran medoa online Denore di Coffee For Rest, Kampas-Jati, Desa Golo Kantar, Boronf, Sabut, 5 Februari 2022. (Filmon Hasrin)

BORONG (Floresku.com)- Media online, Development, Knowledge and Research yang disingkat dengan Denore dilaunching hari ini, Sabtu 5 Februari 2022 di Coffee For Rest, Kampas-Jati, Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Sebagai Pemimpin Umum media online  Denore, Kanis Lina Bana mendorong jurnalis agar bermedia sesuai etika jurnalistik. 

Beretika disajikan tidak semata-mata hanya untuk memenuhi kaidah jurnalistik tetapi lebih dari itu, dia bersifat mendidik khalayak dengan sajian berita yang membangun.

Kanis juga menekankan tiga fungsi media yakini, informasi kepada publik, memberi pendidikan kepada masyarakat  dan menjalankan fungsi kontrol.

"Denore merangkum tiga peran ini. Brand investigasinya adalah ada fakta di balik data. Denore ada karena refleksi yang mendalam. Mari memberi sesuai kapasitas kita. Bangun Matim kerena di sana tanggung jawab moral kita ada," tegas Kanis.

Menurut Kanis, ada delapan rubrikasi media online Denore yakni, Kabar Daerah, Hukum dan Kriminal, Pariwisata dan Budaya, Tokoh dan Peristiwa, Pendidikan dan Sastra, Pokok Pikiran, Serba Serbi, dan Investigasi.

Salah satu undangan yang hadir dalam kegiatan launching media online Denore, Bupati Matim, Andreas Agas mengatakan kebebasan pers selalu ada batasnya oleh kebebasan orang lain.

Tidak ada kebebasan tanpa batas. Oleh karena itu kata dia, dirumuslah kode etik jurnistik supaya tidak mengganggu kebebasan orang lain. Jika mengganggu kebesan orang lain maka itu bukan kebebasan sesungguhnya.

"Kebebasam didukung oleh kompetensi kita. Menulis yang baik dan butuh pelatihan. Maka di media mesti memiliki sertifikat kompetensi pers," tegas Andreas.

Menurut Andreas, menulis dengan hati yang jujur adalah bagian dari kompetensi. Pintar tanpa etika dan kejujuran akan menjadi penipu. Jujur tanpa kemampuan juga mudah ditipu. Selain itu, hebat dan jujur tanpa relasi juga pemasaran gagal.

"Pertemuan hari ini juga bagian dari pemasaran diri. Kalau kita hidup tertutup, siapa mau tau. Relasi sosial hanya bisa dibangun dengan komunikasi. Tugas media membangun karakter bangsa," ungkapnya.

Hadir dalam kegiatan, Ketua Forkoma PMKRI Matim (Tino Rani dan anggota), Ketua AJO Matim (Yopi Mon dan anggota), Kepala Dinas Naketrans (Fridus Jahang), Kepala Desa Bamo (Nobertus Nekong), Politisi (Andreas Agas, Sales Medi, Damu Damian, Sipri Habur), anggota CIKO, dan undangan lainnya. (Filmon Hasrin). ***