Uskup Maksi Hadir, Minggu Palma Werang Istimewa

Senin, 30 Maret 2026 12:53 WIB

Penulis:redaksi

malem.jpeg
Uskup Maksi, para imam Konselebran bersama umat Paroki Werang, Minggu (29/3) (Vinsen Patno)

WERANG (Floresku.com) -  Perayaan Minggu Palma, Minggu (29/3), menjadi momen istimewa bagi umat Paroki St. Klaus Werang. Untuk pertama kalinya, perayaan ini dipimpin langsung oleh Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus.

Dalam perayaan tersebut, Uskup didampingi Pastor Paroki Rm. Selus Juanda bersama sejumlah imam, yakni Rm. Frans Nala, Rm. Martin Wilian, Rm. Ivan Selman, dan Rm. Rikard Karno. 

Ribuan umat dari berbagai stasi memadati halaman Kantor Camat Sano Nggoang sebagai lokasi awal seremoni.

Uskup Maksi disambut secara adat di Paroki Werang, Minggu (29/3)

Meski berlangsung sederhana, suasana penuh sukacita tampak jelas. Umat mengikuti dengan antusias rangkaian pembukaan Pekan Suci yang diawali dengan Minggu Palma.

Baca juga:

Dalam renungannya, Mgr. Maksimus mengajak umat meneladani Yesus sebagai Raja yang rendah hati. Ia menegaskan bahwa Yesus tidak datang dengan simbol kekuasaan duniawi, melainkan dalam kesederhanaan dan kelembutan.

 “Ia masuk Yerusalem bukan dengan kuda, tetapi dengan keledai, tanda kerendahan hati dan damai,” ujarnya.

Setelah itu, umat berarak menuju Gereja Paroki Werang sambil melambaikan daun palma dan menyanyikan pujian “Hosana Putera Daud”. Prosesi berlangsung khidmat meski di bawah terik matahari, mencerminkan semangat iman yang kuat.

Dalam homilinya, Uskup menekankan tiga ciri Yesus sebagai Raja: hamba, pelayan, dan pribadi yang rela berkorban. Ketiga aspek ini menjadi inti iman yang dirayakan sekaligus arah hidup umat dalam memasuki Pekan Suci.

Pastor Paroki Rm. Selus Juanda menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran Uskup menjadi penguatan iman umat. Hal senada disampaikan Ketua DPP Frans Din yang menyebut momen ini sebagai kebanggaan besar bagi seluruh umat.

Perayaan ditutup dengan resepsi sederhana yang dimeriahkan anak-anak Sekami, menghadirkan harapan akan masa depan Gereja yang hidup dan penuh semangat. (Vinsen Patno)***