Mengukur Kekuatan ‘Genkar Reformasi’ dan WTC, Bagaimana Prediksi Anda?

redaksi - Selasa, 04 Januari 2022 15:23
Mengukur Kekuatan ‘Genkar Reformasi’ dan WTC, Bagaimana Prediksi Anda?IlsutrasI: Laga Putaran 16 Besar Akab Cup 1 Sikka: Persebal vs Ps.Nangahure, sore ini. (sumber: Istimewa)

MUMERE (Floresku.com) –  ‘Genkar Reformasi’ akan bertarung melawan ‘Wuring Trans City’ di Stadion Gelora Samador Selasa 04 Januari 2022 sore ini. 

Jelang laga hidup mati ini, facebooker Ferked Dimaumeresaja mengunggah analisa soal kekuatan kedua tim tersebut di laman facebooknya, , Selasa, 04 Januari 2022 siang ini.

“Kami hanya berusaha memberikan tontonan yang menarik pada putaran 16 besar. Semua tim yang masuk 16 besar adalah tim-tim hebat. Salah satunya adalah Wuring Trans City atau disingkat WTC,” begitu facebooker Ferked Dimaumeresaja membuka pemandangannya tentang kedua tim yang hendak berlaga.

“WTC, bukan tim yang gampang dikalahkan. Eddy Kurniawan tahu persis bagaimana perkembangan sepakbola bahkan secara details dia bisa berkomentar banyak soal para pemain yang ada di Kabupaten Sikka,” ucap Edson Rodja saat di sela waktu latihan. 

Bagaimana kesiapan tim Genkar Reformasi secara keseluruan?

“Untuk saat ini saya dan kawan kawan pemain sudah siap 100 persen untuk bertanding menghadap WTC. Kami telah memprsiapkan segalanya untuk 16 besar. Kami tidak mau kehilangan momentum ini. Menang itu target kami,” tulis Ferked, mengutip Edson.

“Selama ini kami banyak melatih diri untuk tampil prima. Intensitas latihan jelang putaran tidak kurang. Karena kami sadar bahwa WTC bukan lawan yang gampang di taklukan,” jelas Edson lagi.

Bermodalkan 3 kali kemenangan dan satu kali mengalami kekalahan, tidak menjamin Langkah Genckar Reformasi akan lolos putaran berikutnya. 

 Lalu, bagaimana formasi dan strategi jelang pertandingan melawan WTC?

“Banyak rotasi pemain yang kami lakukan. Kami melakukan agar mampu melakukan serangan diawal. Kami menempatkan tiga center back, dua wing back yang berdampingan secara diagonal, dan lima penyerang,” ungkap Edson pula.

“Saat menyerang, Nong Abi akan maju dibantu oleh Antonio Paulo dan Martino Sadipun. Tugas mereka melindungi areanya sambil membantu tugas bek kanan dan kiri dalam menyerang,” terangnya.

Akan tetapi, lanjut dia, ketika terjadi serangan balik, mereka akan turun ke pos masing-masing dan bekerja sama dengan para pemain tersisa di daerah permainan sendiri untuk membendung upaya lawan agar tidak menjadi ancaman berbahaya.

“Sementara itu, lima penyerang dimotori oleh Edzon Rodja memiliki tugas untuk membongkar pertahanan lawan. Dua penyerang tengah sebagai ujung tombak. Econg dan Marianus Peterson, sedangkan valentino gaba dan Mario To Doa menyisir kedua sisi lapangan sebagai sayap.”

“Prinsip sepakbola saya adalah bertahan di depan dan menyerang dari belakang,” sambut Berto Hure, sang arsitek Genkar Reformasi.

Harapannya setiap pemain bisa bermain sesuai posisinya masing masing.

Untuk memenangkan pertandingan, Berto Hure menegaskan pihaknya sudah jauh membuat persiapan lama. 

“Kami  sudah lewati proses latihan yang panjang, semoga saja berujung bahagia,” tutupnya.

Na,  itu sekilas informasi yang dapat kami gambarkan kepada pencinta sepakbola dimanapun anda berada soal kesiapan tim Genkar Reformasi yang beralamat di Kelurahan Kabor ini.

“Mari kita lirik sedikit soal kesiapan Wuring Trans City,” ajak Ferked Dimaumeresaja.

Mengalami satu kali kekalahan dan tiga kali kemenangan pada babak penyisian group dengan mengoleksi 10 poin merupakan proses yang baik. 

Bermodalkan semangat pemain-pemain yang rata-rata adalah nelayan, kami sebagai sebuah tim sepakbola dalam naungan Askab PSSI Sikka, berusaha sebaik adanya untuk menyajikan menu sore nanti. 

“Bukan hanya bakso tayo dalam lembutnya ikan tuna, tetapi ada sajian istimewah saat bersua Genkar Reformasi,” ungkap Ferked mengibaratkan kelihaian WTC.

Sejauh ini, lanjutnya, sama seperti yang dilakukan Genkar Reformasi, kami pun tak pernah puas dengan latihan.

“Kami melakukan uji tanding dengan beberapa tim kuat. Dalam laga persahabatan, kami memainkan beberapa formasi lainnya. Sekiranya para pemain sudah mulai membiasakan diri untuk bermain dengan banyak formasi dalam satu pertandingan,” tulis Ferked mengutip Eddy, salah satu ‘petinggi’ WTC.

“Kami tahu bahwa hampir semua lini, kami kalah pengalaman dari pemain yang dimiliki Genkar Reformasi,” ujarnya merendah.

“Tim asuhan Berto Hure akan mendominasi lini tengah. Mereka akan lebih bebas memainkan ritme sepakbola Genkar. lni yang harus kami waspadai,” kata Eddy. :Kecepatan pemain sayap, juga merupakan andalan mereka. Tetapi yang menakutkan adalah pergerakan pemain kedua. Dalam beberapa pertandigan terakhir, saya melihat Berto Hure mencoba memaksa rekan rekannya untuk bermain lebih cerdas.”

“Salah satunya  dengan pergerakan second stricker. Ketika anda sibuk memasang jebakan off side, maka itu adalah peluang yang bisa menghasilkan gol,” ujar Eddy lagi.

Selanjutnya, bagaimana dengan strategi WTC? 

“Kami akan menerapkan formasi offensif. Kami menempatkan empat bek, tiga gelandang, dan tiga penyerang. Dengan formasi ini, setiap pemain punya kewajiban untuk menekan mulai dari daerah pertahanan lawan. Tensi pertandingan tempo tinggi akan kami hadirkan sejak menit awal pertandingan,” terang Eddy.

“Kombinasi antara pemain belakang Rusli Cindra dan Alhamudin Fikri, gelandang Fadly dan Arifudin, serta para pemain depan Rikardus Weri, Madin Bika dan Sungkar Keli, baik saat menyerang maupun bertahan, akan sangat merepotkan.” 

“Kami berupaya menciptakan gol diawal dan berusaha selalu menekan dan terus menekan sejak babak awal. Kami memiliki stamina yang baik dan berupaya memainkan sepakbola cerdas saat bersua Genkar Reformasi. Mereka tim solid. Jadi bermain cerdas adalah pilihan terakhir,” kata Eddy.

“Jika harus lebih fokus pada pertahanan karena hanya menyisakan satu penyerang di kotak penalti. Untuk sekarang bukan formasi ini yang kami pilih. Memang bagus digunakan untuk serangan balik, tetapi saat ini, bukan pilihan tepat. Ada pengembangan formasi lainnya yang bisa saja terjadi.”

 “Apakah anda yakin akan menang lawan Genkar Reformasi?” tanya Ferked menggonda. 

“Kalau menang, semua tim pasti ingin menang. Tetapi bagi WTC kami realitas saja. Semua butuh proses. Jika menang pun, bukan pada hasil kami bereforia, melainkan pada proses,” jawab Eddy.

 “Lalu, apa harapannya coach?” tanya Ferked pula. 

“Ya kami berharap, kami mampu memberikan sajian yang terbaik pada laga ini nanti. Apalagi selama jeda dua minggu lebih ini, pasti semua tim sudah mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Dan nuansa 16 besar ini ‘kan beda. Apalagi bersua tim sehebat Genkar Reformasi. Tentu segala kemampuan akan kami curahkan demi sebuah hasil yang baik,” jawab Eddy.

“Terima Kasih coach Eddy, sampai berjumpa di lapangan,” jawab Ferked.

“Ya demikianlah yang dapat kami informasikan jelang pertandingan Genkar Reformasi vs Wuring Trans City,” Ferked menutup dialognya dengan kedua tim yang hendak bertarung sore ini.

 Fakta menarik pada laga 16 besar 

Jika Genkar Reformasi menang, maka masih ada perwakilan dari Group A.

Jika Genkar Reformasi menang maka Shalke adalah perwakilan dari group B yang masuk sampai 8 besar.

Jika WTC menang maka tidak ada perwakilan group A.

Jika WTC menang maka Shalke dan WTC yang tampil, dan dua-duanya dari group B.

Saksikan seluruh pertandingan Askan PSSI Sikka CUP I melalui channel youtube Askab PSSI Sikka. Bagaimana prediksi Anda?

(Mardat/Sumber:Garis Pinggir Lapangan)***

RELATED NEWS