Kantor Bahasa NTT Gelar 'Pembinaan Literasi Generasi Muda Tahun 2022' di Borong, Matim

Senin, 04 April 2022 21:39 WIB

Penulis:redaksi

bahasa.jpg
Pose bersama Kepala Kantor Bahasa NTT, Koorwas SMA/K MaTim, kadis pendidikan pemuda dan olahraga, ketua FTBM, Duta Bahasa Provinsi NTT, Panitia dan Guru Pendamping. (Ino)

BORONG (Floresku.com)-Kantor Bahasa Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar 'Pembinaan Literasi Generasi Muda Tahun 2022: Peningkatan Kompetensi Literasi Wilayah 3T' di Hotel Kasih Sayang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim)

Kegiatan berlangsung pada Senin, 4 April hingga Kamis 7 April 2022 yang diikuti para pelajar SMA/K dan guru, dibuka secara resmi oleh Basilius Teto, selaku Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadis PPO) Matim.

Menurut Basilius, Kantor Bahasa Provinsi NTT sudah menepati janji, di mana setahun yang lalu Kepala Kantor Bahasa NTT, Syaiful Bahri Lubis ikut hadir mendeklarasikan Kabupaten Matim sebagai Kabupaten literasi. 

"Saya ucapkan terimakasih kepada Kepala Kantor bahasa NTT yang sudah tepati janjinya. Sekarang hadir guna membina generasi muda Manggarai Timur dengan penguatan kompetensi literasi," ungkapnya.

Basilus menambahkan, gerakan literasi di sekolah-sekolah khususnya SMP dan SD di Matim belum terdengar gaungnya. 

Menurutnya, baru beberapa sekolah yang menghidupkan iklim literasi seperti mading siswa, mading guru dan pojok baca. Ia mengakui bahwa kemudahan dari kurikulum merdeka belajar harus memanfaatkan potensi-potensi yang ada di sekolah.

"Saya berharap para peserta yang hadir bisa menghidupkan literasi di sekolah masing-masing. Bagian yang paling penting adalah kalian wajib bisa menghasilkan produk, baik dipublikasikan lewat mading sekolah maupun majalah. Saya juga mendukung teman-teman pegiat media ikut terlibat dalam pembina literasi di sekolah-sekolah agar bisa menemukan bibit-bibit penulis. Apalagi ada kurikulum merdeka belajar," jelasnya.

Basilius juga mendorong anak-anak membiasakan diri untuk membaca dan menulis sehingga suatu saat bisa menjadi seorang penulis. Kemudian, semoga kegiatan ini bisa menghasilkan karya dan dilaunching 20 Mei mendatang bersamaan dengan launching muatan lokal Manggarai Timur.

Koordinator pengawas SMA/K, Lukas Sumba mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan pihak Kantor Bahasa Provinsi NTT. Ia menjelaskan bahwa peserta yang hadir dari 8 sekolah, khususnya sekolah-sekolah yang terdekat berdasarkan pertemuan bersama melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Peserta yang hadir tentu dipilih kepala sekolah dan guru guru pendamping di sekolah masing-masing.

"Terimakasih pada kantor bahasa provinsi NTT yang sudah memberikan perhatian untuk kami anak-anak di Manggarai Timur. Peserta yang hadir berasal dari 5 SMA dan 3 SMK. Terimakasih kepada kepala sekolah dan juga guru-guru yang sudah mengutus peserta didiknya untuk mengikuti kegiatan yang luar biasa ini," ucapnya.

Lebih lanjut, Lukas mendorong SMA/K agar tetap sehati sejiwa membangun pendidikan yang lebih berkualitas. Sekolah Penggerak sudah mengadakan berbagai kegiatan perlombaan bagi siswa dan siswi seperti FLS2N tingkat Kabupaten Manggarai Timur. 

Ia juga berjanji untuk memantau sekolah-sekolah yang mengikuti pendampingan pembinaan literasi generasi muda dari kantor bahasa NTT.

"Kepada peserta yang hadir bersama guru-guru pendamping setelah kegiatan ini saya akan memantau sekolah, semoga ada buah perubahan dari kegiatan ini, hidupkan mading dan juga komunitas literasi di sekolah," pungkasnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Syaiful Bahri Lubis bersyukur karena telah memenuhi janjinya untuk kembali ke Matim. 

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Manggarai Timur, Wakil Bupati Manggarai Timur (alm) yang telah menerima dan juga mendeklarasikan Kabupaten Matim sebagai Kabupaten literasi.

Kemudian, terimakasih kepada Kadis PPO Matim, Koordinator pengawas SMA/K Kabupaten Matim, kepada kepala sekolah, guru guru pendamping, kepada ke-32 peserta yang terpilih dari 8 SMA/K, kepada Ibu Edit Saka (pensiunan Kepala SMAN 2 Borong) yang dengan ramah menerima pihak Kantor Bahasa NTT di sekolahnya.

Menurut dia, janji adalah hutang karena itu dirinya tidak mau berputar kepada siapapun. Setahun yang lalu dirinya hadir untuk meluncurkan Matim sebagai Kabupaten literasi bersama Bupati dan wakil Bupati (alm), dan Kadis PPO.

"Kegiatan pembinaan literasi generasi muda bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi bagi generasi Manggarai Timur. 
Dirinya berharap, agar peserta yang yang hadir berasal dari kelas X dan kelas XI dengan maksud, mereka akan menjadi tutor bagi teman-teman lain di sekolahnya," jelasnya.

Pantauan media ini, kegiatan berjalan dengan lancar. Semua peserta yang hadir antusias dan aktif. Kemudian, acara pembuka dipandu oleh Duta Baca Bahasa NTT. Turut hadir, ketua FTBM Matim, Ino Sengkang. (Filmon Hasrin). ***