Melalui LSM PAPHA Kabupaten Sikka Jadi Salah Satu Titik Pelaksana Regional Youth Summit 2021

Jumat, 19 November 2021 21:06 WIB

Penulis:redaksi

Editor:redaksi

Perkumpulan Aktivis Peduli  Hak Anak (PAPHA) Flores , Maumere.
Perkumpulan Aktivis Peduli Hak Anak (PAPHA) Flores , Maumere. (Mardat)

MAUMERE (Floresku.com) -Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkumpulan Aktivis Peduli  Hak Anak (PAPHA) Flores dipercayakan oleh  The Samdhana Institute  untuk mengorganisir kaum muda Kabupaten Sikka dalam upaya-upaya berbagi ide, pengetahuan, semangat, kreativitas dan  solidaritas  berkaitan  dengan aksi-aksi nyata mereka dalam komunitas yang telah dilaksanakan selama ini.

Kegiatan yang di sebut "Me-noken" ini akan di laksanakan secara daring dan luring dan tersebar du beberapa negara di Asia Tenggara termaksuk lndonesia. Untu  lndonesia salah satu titik pelaksananya adalah di Maumere.

Adriana Ance Selaku Panitia Lokal Kegiatan Regional Youth Summit 2021, dalam laporannya menjelaskan latar belakang diadakannya kegiatan yang diberi nama Regional Youth Summit 2021 di Indonesia diberi  tagline 'Menoken'.

“Ajang dengan tagline ‘Menoken’ ini adalah kegiatan untuk, oleh, dari orang orang muda untuk belajar memimpin,mengorganisir,dan mengelola kegiatan ini secara baik dan bijaksana,” katanya.

Adriana mengakui kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini, melibatkan beberapa Negara Indonesia, Filipina, Laos, Myanmar, dan berbagai Negara di Asia Tenggara.

“Menoken sendiri berarti merajut berbagai komunitas, produk, pengetahuan, dan solidaritas. Dengan dasar filosofi Noken itu sendiri yaitu kasih, kerahiman, rajutan solidaritas, kekuatan dan kelenturan, kedayagunaan, keterbukaan, memelihara kehidupan,” katanya.

Menoken, lanjut Adriana, merupakan kegiatan yang selalu bersifat informal, terbuka, fleksibel, dan inklusif.

“Menoken selalu mengutamakan persahabatan, berkumpul, bernyanyi, kemping dan bertukar cerita serta pengetahuan baik sosial maupun budaya dengan menjalin semangat solidaritas di antara kalangan muda yang tergabung dalam komunitas yang ada di Kabupaten Sikka,” katanya.

Adriana mengatakan kegiatan Menoken, juga merajut hubungan dalam komunitas tanpa batas, masyarakat adat, para wirausahawan muda, para aktivis lingkungan sosial budaya, komunitas disabilitas, dengan berbagai latar belakang.

“Kegiatan ini adalah kegiatan orang orang muda oleh karena itu dari lembaga Institut Samdhana Indonesia sebagai pendukung kegiatan bekerja sama dengan beberapa lembaga Swadaya masyarakat Indonesia yang ada di beberapa Provinsi seperti NTT, Kalimantan, Bali, Papua, dan Merauke,” katanya.

“Untuk wilayah NTT sendiri dipercayakan kepada 2 kabupaten sebagai tuan rumah penyelenggara yaitu Kabupaten Kupang,dan Kabupaten Sikka. Untuk kabupaten Sikka dipercayakan kepada Perkumpulan Aktivis Peduli Hak anak.{PAPHA} Bekerja sama dengan beberapa teman teman muad di Kabupaten Sikka sebagai koordinator dan penyelenggara,” kata Adriana.

Maksud dan Tujuan kegiatan kami ini adalah kami mengumpulkan komunitas orang muda yang berbakat yang ada di kabupaten Sikka agar bisa berbagi ilmu baik itu pengalaman maupun hal hal yang bisa membangkitkan kreatifitas anak muda dalam hal ekonomi, sosial maupun budaya.

Semoga dengan kegiatan ini dapat merangsang semangat anak muda untuk melakukan usaha dalam hal ekonomi kreatif pasca Kegiatan Regional Youth Summit. Ketiga, memperkenalkan budaya dan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Sikka.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh 4 orang perwakilan dari Komunitas Tuli, Hendrik (26 tahun) dan Alvin (26 tahun) asal Lokaria,  serta Muhammad Jaka Saputra (21 tahun) dan Nona  (16 tahun) asal Beru, Kecamatan Alok Timur.

Serta 13 Komunitas yang terdaftar dan yang hadir 8 komunitas yang ada di Kabupaten Sikka ini. (Mardat).